Coastal Program di Margaret River

Kota Margaret River terkenal dengan sungai Margaret River yang merupakan sungai terpanjang di Australia Barat. Selain itu, kota ini memiliki pantai yang cukup panjang di bagian selatan Australia Barat. Udara di daerah pantai itu cukup sejuk dan segar, maklum tidak jauh dari pantai terdapat kawasan hutan yang masih cukup alami. Meskipun sudah ada beberapa rumah di daerah hutan tersebut.

Kota Margaret River letaknya cukup jauh dari Perth. Dengan menggunakan mobil, perjalanan dari Perth menuju Margaret River membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam. Itupun dengan kondisi perjalanan tanpa macet. Mengingat setelah meninggalkan Perth, di sepanjang perjalanan hanya nampak kawasan hutan, perkebunan anggur dan peternakan sapi.

Dengan menggunakan mini bus Curtin Volunteer, perjalanan jauh dan melelahkan menjadi sangat menyenangkan. Maklum, dalam mini bus itu ada 10 orang Indonesia dan Australia yang disepanjang perjalanan tidak pernah berhenti bercanda gurau dan saling bertukar informasi seputar Indonesia dan Australia. Topik yang dibicarakan pun beragam mulai proyek lingkungan anak-anak hingga kehidupan sehari-hari.

Sesampainya di Pantai yang merupakan Muara Sungai Margaret River, alas duduk dari kain pun digelar. Bahan-bahan makanan seperti roti, sayur-mayur, dan daging juga dikeluarkan dari kotak makanan. Seketika itu juga Yolanda (mahasiswa Universitas Curtin), Ellie (koordinator relawan Curtin) dan Megan (officer Millennium Kids) menyajikan sandwich untuk makan siang rombongan.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan melakukan pengamatan biota sungai dan pantai yang di Muara Sungai Margaret River bersama seorang aktivis perempuan perlindungan biota air Universitas Curtin. Dengan membawa jala, setiap anak Tunas Hijau pun lantas mencoba mengambil sampel pasir pantai untuk selanjutnya diamati ada biota apa saja dalam sample pasir yang diambil itu dengan menggunakan mikroskop.

Sementara itu, berbeda dengan kondisi muara sungai yang ada di Jawa Timur khususnya Surabaya. Di muara sungai itu air masih tampak jernih mengalir, seperti kondisi aliran air di daerah hulu atau dekat sumber air. Tidak seperti di Surabaya yang merupakan daerah hilir, dimana daerah hulunya adalah Malang Raya. Kondisi air sungai di hilir Surabaya kotor penuh sampah dan limbah rumah tangga yang terakumulasi dari daerah sebelumnya.

Di Muara Sungai Margaret River, ikan-ikan pun nampak dengan jelas berkejaran satu dengan yang lain. Di akhir sesi Coastal program di Margaret River, Vreegal pun menggunakan kesempatan itu untuk berenang di muara sungai tersebut dengan bertelanjang dada. ”Segar dan dingin,” kata Vreegal.