Understanding Climate Change Masa Orientasi Siswa SMA Negeri I Pacet, Mojokerto

Tidak berbeda dari pelaksanaan MOS (masa orientasi siswa) di sekolah-sekolah lainnya, siswa baru SMA Negeri 1 Pacet, Kabupaten Mojokerto dengan mudah dapat dikenali. Dengan bermacam-macam atribut yang dikenakan, misalnya memakai pita, membawa tas kardus, memakai kalung makanan kecil dan masih banyak lainnya. Elena misalnya, siswa yang berasal dari SMPN 1 Prambon, pagi ini harus menata rambutnya menjadi kepang ekor kuda sebanyak tiga buah sesuai dengan pelaksanaan MOS yang memasuki hari ketiga. ”Harus bangun pagi-pagi sekali lho mas untuk mengepang rambutku ini,” ungkap Elena, ketika ditanya jam berapa mulai menata rambutnya.

Namun, di hari ketiga pelaksanaan MOS, panitia pelaksana memberikan materi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bersama Klub Tunas Hijau, panitia mengadakan penyuluhan tentang perubahan iklim pemanasan global. Kegiatan yang bertajuk Understanding of Climate Change ini mendapat apresiasi yang tinggi dari kepala sekolah. ”Pengetahuan pelestarian lingkungan sangat penting, terlebih saat ini. Apalagi sekarang ada program Sekolah Adiwiyata,” tutur Herman, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Hal senada juga diungkapkan Fatimah, guru Biologi ini kagum dengan cara-cara penyampaian materi yang sangat disukai anak-anak. ”Cara penyampaian materinya sangat kreatif,” ungkapnya di sela-sela kegiatan. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa baru SMA Negeri 1 Pacet sejumlah 215 siswa ini menginformasikan tentang fenomena global perubahan iklim, yang disebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi.

Penyampaian materi melalui informasi terkini disampaikan dengan audio visual. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, rata–rata peserta merasa kaget dengan fenomena yang ada. ”Saya baru menyadari kalau bepergian dengan menggunakan sepeda motor, menjadi kegiatan yang tidak ramah lingkungan kalau dilakukan untuk jarak dekat,” ungkap Musrifatin, salah satu siswa baru.