Workshop Lingkungan Hidup SMAN 7 Surabaya

Walaupun sedang berpuasa, minat para siswa SMAN 7 Surabaya untuk mendapatkan pengetahuan lingkungan hidup sangat tinggi. Ini terbukti saat workshop yang diadakan OSIS SMAN 7 Surabaya dengan Tunas Hijau sebagai pematerinya. Animo mereka cukup besar untuk datang.

Kegiatan yang berlangsung sekitar 3 jam ini bertujuan untuk merubah pola pikir siswa agar dapat berperilaku ramah lingkungan. ”Setidaknya setelah workshop ini teman-teman SMAN 7 bisa membuang sampah pada tempatnya,” ujar Septian Yudha ketua panitia workshop.

Workshop yang diadakan ini berbeda dari biasanya. Selain diikuti sekitar 115 siswa perwakilan tiap kelas dan perwakilan tiap ekskul, workshop ini  juga diikuti 5 orang perwakilan dari paguyuban Cak dan Ning Surabaya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMAN 7 Surabaya Djoko Muharianto dilanjutkan dengangame perahu penyelamat untuk memicu semangat peserta. Selanjutnya, aktivis Tunas Hijau Dony Kristiawan menyampaikan  materi tentang Understanding on Climate Change atau pemahaman tentang perubahan iklim. Pada sesi ini, Dony menampilkan slide-slide perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Beragam reaksi peserta terlihat ketika fakta-fakta dampak pemanasan global ditampilkan dalam betuk audio visual. Terlebih  saat melihat beruang kutub yang mencari tempat berpijak karena kutub utara yang mencair dengan cepat dan melihat kekeringan yang terjadi di Afrika Selatan. “Masa sih sampai begitu parahnya?” tanya Zecha salah satu panitia dengan wajah terkejut. ”Ya semua ini memang nyata dan tidak dibuat-buat, malah semua kejadian yang ada bisa menjadi semakin parah jika sikap kita terlalu menyepelekan lingkungan hidup,” kata Dony.

Sehari sebelum pelaksanaan workshop, para siswa yang tergabung dalam SMAN 7 Green Team (SGT) juga melaksanakan penanaman pohon. ”Kami berharap semoga pohon yang ditanam dapat menjadi peneduh mengingat kondisi SMAN 7 yang lumayan gersang,” kata Septian Yudha, ketua team SGT.

Dalam pelatihan ini, peserta sepakat untuk melaksanakan komitmen bersama yang bertujuan ramah terhadap lingkungan. Komitmen bersama yang dihasilkan disampaikan langsung kepada kepala sekolah. ”Saya bangga dengan kegiatan ini. Saya melihat siswa mampu berdemokrasi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik. Demi siswa, saya akan menindak lanjuti komitment tersebut,” ungkap kepala SMAN 7 Surabaya Djoko Muharianto.(asep/roni)