Hari Pertama Pangeran & Putri LH Malang Raya di Bali Kunjungi Pulau Penyu di Bali, Shooting Film Pendek Lingkungan Hidup dan Bersih-Bersih Pantai Kuta, Bali

Memanfaatkan liburan sekolah, para pemenang Penganugerahan Pangeran & Putri Lingkungan Hidup Malang Raya pergi ke Pulau Dewata Bali. Liburan dua hari ke Pulau Bali ini adalah realisasi dari hadiah setelah mendapat anugerah sebagai pemenang Pangeran & Putri Lingkungan Hidup dari sponsor Kirana Tours & Travel.

Di Pulau Bali, rombongan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Malang Raya tidak sekedar menikmati keindahan yang ada laksana turis yang berlibur. Tempat-tempat yang dikunjungi pun obyek-obyek wisata bernuansa lingkungan hidup. Hari pertama di Bali, tadi (19/1), rombongan telah mengunjungi beberapa tempat wisata lingkungan hidup, yaitu Tanjung Benoa – Nusa Dua, Pulau Penyu dan Pantai Kuta.

Di Pulau Penyu, rombongan pangeran dan putri melihat dan berinteraksi dengan satwa penyu yang tergolong jenis satwa dilindungi. “Untuk menuju Pulau Penyu, kami harus menyeberang menggunakan perahu motor dari Tanjung Benoa. Di pulau ini kami tidak hanya dapat berinteraksi dengan penyu. Kami juga bisa berinteraksi dengan beberapa satwa lain yang ditangkarkan. Ada ular, kelelawar, biawak dan burung rajawali,” kata Runner Up I Putri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya Firstolia dari SDNBI Tlogowaru Malang.

Di Kuta Bali yang terkenal dengan pantainya, rombongan tentunya tidak berjemur. “Selain menikmati keindahan pantai Kuta, kami juga melakukan aksi bersih-bersih sampah non organik yang banyak terdapat di pantai. Lumayan banyak sampah plastik yang kami kumpulkan. Total ada 4 kantong kresek,” kata Putri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya.

Di Bali, Paguyuban Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya juga melakukan shooting untuk pembuatan film pendek lingkungan hidup. Film pendek ini mengambil cerita sekelompok anak-anak dari Kota Malang yang merencanakan liburan di Bali. Di film ini, mereka adalah anak-anak yang tidak peduli lingkungan hidup yang suka belanja dengan selalu meminta banyak kantong plastik.

Mereka juga hampir selalu membuang sampah sembarangan. Sampai suatu ketika, di Pantai Kuta, Bali, mereka menemukan pemandangan yang membuat mereka menjadi peduli lingkungan hidup. Di pantai ini, mereka melihat pantai yang seharusnya indah berubah menjadi jelek karena banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan.

Banyak pembelajaran lingkungan hidup yang didapatkan rombongan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya selama perjalanan ke Bali. Pembelajaran tersebut diantaranya saat mereka berhenti di Rumah Makan Putra Jember, Jawa Timur dalam perjalanan ke Bali. Di rumah makan ini, beberapa anggota rombongan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup nampak tidak menghabiskan makan, karena terlalu banyak mengambil makanan. Alhasil, makanan yang tidak dimakan pun dibuang.

Melihat ada yang membuang makanan itu, orang tua Putri Lingkungan Hidup 2008 Kurnia Kusuma Syafitri, yang menyertai rombongan, mengeluarkan kata-kata bijak dengan cukup keras. “Sebenarnya Indonesia ini tidak perlu mengimpor beras. Pemanasan global sebenarnya juga bisa dihambat jika setiap orang bijaksana saat mengambil makanan sesuai dengan yang dibutuhkan saja,” kata Dra. Tinaprilantini Projo, orang tua Kurnia Kusuma Syafitri yang juga guru Biologi SMP Negeri 3 Lawang, Malang. (roni)