Peserta Seleksi Tahap III Pangput Kaget Penggunaan Bahasa Inggris Panitia “Canada”

Ada yang berbeda dari pelaksanaan seleksi tahap III Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2009, Sabtu (9/5). Perbedaan ini nampak saat pendaftaran ulang peserta seleksi. Seperti tahapan seleksi sebelumnya, setiap peserta diminta mengisi daftar hadir dengan membubuhkan tanda tangan pada form daftar hadir yang telah disediakan Tunas Hijau. Namun, berbeda dengan sebelumnya, bahasa pengantar yang diberikan panitia Tunas Hijau pada daftar ulang ini adalah bahasa Inggris. Ini karena panitia pendaftaran ulang seleksi III ini adalah Curtis Deschambault, pemuda Canada yang dua bulan bekerja di Tunas Hijau dan tidak mengerti bahasa Indonesia.

Kekagetan itu diekspresikan beberapa peserta seleksi. Arthadiansyah Rafi, peserta dari SDN Dr. Sutomo VII Surabaya misalnya. Saat akan daftar ulang, Rafi nampak kaget karena panitia yang bertugas hanya seorang pemuda dari luar negeri. Apalagi saat daftar ulang tersebut Rafi ditanya nama dalam bahasa Inggris. Kekagetan yang sama dialami oleh peserta dari SD At Taqwa Surabaya Salsabila Shofia. Siswa yang berjilbab ini pun lantas meminta peserta lain dari SD At Taqwa untuk menemaninya melakukan daftar ulang.

Sambil menunggu seluruh peserta seleksi tahap III melakukan daftar ulang, beberapa peserta nampak menggunakan kesempatan itu untuk ngobrol dengan Curtis dalam bahasa Inggris. Seperti yang dilakukan peserta dari SDK Kristus Raja Surabaya Gradianto. Pada kesempatan itu Gradianto banyak bertanya pada Curtis tentang Canada. Gradianto bahkan bertanya pada Curtis tentang keasyikan hidup di Canada dibandingkan dengan Indonesia. Untungnya Curtis menjawab bahwa dirinya menyukai kedua negara itu.

Tidak hanya bertugas sebagai panitia pendaftaran, Curtis juga melakukan wawancara pada setiap peserta seleksi. Pada wawancara itu, Curtis bertanya pada setiap peserta tentang hal yang sama. Pertanyaan itu adalah siapa nama dan asal sekolah peserta dan kegiatan yang akan dilakukan peserta setelah program pangeran dan putri lingkungan hidup 2009. Tentunya pertanyaan itu disampaikan dalam bahasa Inggris. Dan semua jawaban lisan yang diberikan setiap peserta direkam dalam kamera film. (roni)