Aktivis Kebanggaan TH Curtis Deschambault Hari Ini Balik Ke Kanada

Mulai hari ini, Selasa (30/6), ada yang berbeda di markas Tunas Hijau di Surabaya dari dua bulan sebelumnya. Perbedaan ini disebabkan salah seorang aktivis kebanggaannya, Curtis Deschambault harus pulang kembali ke negara asalnya, Kanada. Curtis telah menyelesaikan program magang lingkungan hidupnya selama dua bulan bersama Tunas Hijau terhitung sejak 3 Mei 2009. Perpisahan dilakukan sederhana di markas Tunas Hijau Semolowaru Surabaya tadi malam, Senin (29/6), diiringi pesan agar Tunas Hijau bisa mengembangkan inovasi program lingkungan hidup untuk Bumi yang lebih baik.

Selama magang di Tunas Hijau, Curtis merasa seperti berada di rumah sendiri. Kesan kerasan ini didapat mulai dari keluarga angkat (host family) tempat dia tinggal selama di Surabaya sangat akrab dengannya. Meskipun cukup jarang Curtis melakukan aktivitas bersama keluarga angkatnya di Surabaya, karena aktivitas Curtis yang sangat padat khususnya di akhir pekan. “Sering keluarga angkat saya, Sujono Admodjo, mengajak saya beraktivitas bersama keluarga di akhir pekan. Namun, sering saya tidak bisa karena jadwal kegiatan yang padat khususnya di akhir minggu bersama Tunas Hijau,” kata Curtis Deschambault.

Untungnya, keluarga angkat Curtis adalah keluarga yang sudah sangat dekat dengan Tunas Hijau. Keluarga Sujono Admodjo ini sudah beberapa kali ini membantu program Tunas Hijau untuk host family atau keluarga angkat. Sebelumnya, pada Nopember 2007, saat pelaksanaan Children Conference on Climate Change yang diikuti oleh peserta dari beberapa negara, keluarga Sujono juga menjadi host family beberapa peserta dari luar negeri. Demikian pula pada Juli 2008 saat Asia Pacific Interfaith Youth Camp on Climate Change, keluarga Sujono juga menjadi keluarga asuh beberapa peserta dari luar negeri.

Fernanda Novelia, anak kedua keluarga ini ialah salah satu aktivis Tunas Hijau. Fernanda atau biasa dipanggil Nanda ialah finalis puteri lingkungan hidup 2005. Nanda yang juga penyanyi itu bahkan pernah terlibat dalam pembuatan album lagu lingkungan hidup yang pernah diterbitkan Tunas Hijau. Album Nanda bersama Tunas Hijau dibuat pada tahun 2005 bersama paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hidup 2005. Nanda juga sempat beberapa tahun mengkampanyekan perlindungan satwa langka khususnya Orang Utan bersama Tunas Hijau.

Sementara itu, pada penuturannya saat perpisahan sederhana bersama Tunas Hijau dikatakan Curtis bahwa momen paling berkesan selama berkegiatan bersama Tunas Hijau adalah berkegiatan di sekolah dan di Pacet, Mojokerto. Di Pacet, Mojokerto, tepatnya di Dusun Mligi, Desa Claket, Curtis merasakan suasana alam yang asri dengan udara pegunungan yang segar. “Bersama keluarga di Pacet menjadikan pengalaman yang berbeda dalam hidup saya. Cara hidup keluarga-keluarga di Pacet sangat berbeda dengan keluarga-keluarga di Surabaya. Tapi saya mencintai kedua keluarga itu,” kata Curtis Deschambault dengan bersemangat.

Pengalaman berkesan lainnya bagi Curtis adalah saat melakukan kegiatan di sekolah-sekolah. Menurut mahasiswa University of Concordia di Montreal, Kanada, banyak upaya nyata yang telah dilakukan sekolah-sekolah di Surabaya dengan bimbingan Tunas Hijau untuk lingkungan hidup yang lebih baik. “Pengolahan sampah yang dilakukan sekolah-sekolah sangat terasa bedanya, karena melibatkan segenap siswa dan guru. Dengan upaya ini, saya yakin semakin banyak sekolah yang peduli lingkungan hidup,” lanjut Curtis.

Mengenai kegiatan lingkungan hidup di sekolah-sekolah, Curtis merasakan pengalaman yang sangat berharga pada salah satu program akhirnya, yaitu Carbon Footprint Conference. Konferensi yang diselenggarakan di SMP Negeri 37, Jl. Kalianyar 18-20 Surabaya bisa sukses menjelma menjadi program lingkungan hidup by kids for kids. Semua panitia, pemandu dan narasumber adalah anak-anak. “Saya tidak pernah terlibat pada kegiatan sehebat ini sebelumnya di Kanada. Selanjutnya, sesampainya saya di Kanada, saya akan mengajak sekolah-sekolah di Kanada meniru apa yang sudah dilakukan Tunas Hijau bersama sekolah-sekolah di Surabaya dan juga Carbon Footprint Conference,” kata Curtis dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu bagi Tunas Hijau, Curtis Deschambault adalah penyemangat sekolah-sekolah untuk lebih bergiat pada lingkungan hidup. Dikatakan aktivis senior Tunas Hijau Zamroni, kehadiran Curtis membawa semangat baru bagi sekolah-sekolah yang selama ini bermitra lingkungan hidup dengan Tunas Hijau. “Kehadiran Curtis di sekolah-sekolah biasanya dibarengi dengan kegiatan lingkungan hidup yang dilaksanakan di sekolah itu. Sekolah jadi termotivasi untuk terus berkegiatan lingkungan hidup. Meskipun saat minggu kedua bersama Tunas Hijau dia merasa jenuh, karena kemana-mana harus menggunakan sepeda motor boncengan,” kata Curtis.

Zamroni bahkan merasa bahwa Curtis sepertinya baru seminggu bersama Tunas Hijau. “Saya ingat ketika dua minggu pertama dia di Surabaya, kami melakukan penyuluhan lingkungan hidup di SMP Negeri 20 yang letaknya di kawasan Sambikerep Surabaya Barat. Untuk mencapai sekolah itu dibutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan sepeda motor dari markas Tunas Hijau. Setelah 45 menit perjalanan, Curtis yang waktu itu saya bonceng minta berhenti sejenak. Setelah berhenti, ternyata Curtis hanya ingin melemaskan tubuhnya setelah perjalanan yang cukup jauh. Capek katanya waktu itu,” kata Zamroni yang bulan ini mendapat penghargaan US Alumni of the Month.

Kesan yang sama juga disampaikan aktivis senior Tunas Hijau Bram Azzaino. Bram merasakan semangat Curtis yang luar biasa saat mencoba membuatkan link atau kontak antara sekolah di kampung Surabaya dengan sekolah di Kanada. Sekolah di Surabaya waktu itu adalah SDN Petemon XIII Surabaya yang tahun ini mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. “Dengan kegigihan Curtis waktu itu, video conference antara Ormstown Elementary School di Kanada dengan SDN Petemon XIII Surabaya bisa berbagi pengalaman. Meskipun pelaksanaannya di Surabaya jam 8 malam dan di Kanada jam 9 pagi,” kata Bram Azzaino. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *