Aktivis Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni Mendapat Penghargaan “US Alumni of the Month”

Satu lagi penghargaan yang diperoleh Tunas Hijau melalui aktivis seniornya Mochamad Zamroni atau biasa dipanggil Roni. Melalui semangatnya dalam mengkampanyekan program lingkungan hidup melalui Tunas Hijau, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menganugerahi penghargaan “Alumni of the Month” atau Alumni Bulan Ini. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh muda Indonesia yang telah mendapat kesempatan untuk mengikuti program di Amerika Serikat dan terus mengabdikan dirinya dalam program pengembangan masyarakat sekembalinya mengikuti program di Amerika Serikat.

Pada http://jakarta.usembassy.gov/AlumniMonth/alumni0609.html, website resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesi, disebutkan bahwa Tunas Hijau telah mendapat penghargaan Surabaya Academy Award 2004 – penghargaan bergengsi yang diberikan oleh masyarakat Surabaya pada individu-individu atau organisasi atas jasa besar yang diberikan pada masyakarat Surabaya. Pada tahun yang sama para anggota Tunas Hijau terpilih mewakili Indonesia pada Konferensi Anak Internasional untuk Lingkungan Hidup di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 2008, Tunas Hijau berhasil mengadakan Pacific Interfaith Youth Camp on Climate Change di Surabaya yang diikuti oleh 125 pemuda dari 11 negara di Asia Pasifik.

Melihat kepemimpinan dan komitmennya pada seputar masalah-masalah lingkungan hidup tersebut, pada Juni 2008, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui Konsul Jendralnya di Surabaya mengundang Mochamad Zamroni untuk berpartisipasi dalam the International Visitor Leadership Program on Sustainable Development and Enviromental Protection. Pada kunjungan ke Amerika yang berlangsung selama tiga minggu tersebut, Roni diberi kesempatan untuk bertemu dan bertukar wawasan dengan pejabat pemerintah dan sesama pimpinan LSM, juga melakukan kunjungan ke taman nasional dan melihat langsung program-program lingkungan hidup di berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Berikut ini kutipan wawancara yang ditulis pada website resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

Hal apa saja yang menurut anda paling menarik pada partisipasi anda di International Visitor Leadership Program di Amerika?

Menurut saya kunjungan saya ke Miami adalah bagian yang paling menarik dari seluruh kunjungan yang saya lakukan. Disana saya mempelajari program Pier2Pier, sebuah program yang dimulai oleh seorang guru Amerika yang memulai sebuak proyek pad aide ketahanan lingkungan bersama murid-muridnya. Program ini terus berkembang dan diadopsi oleh banyak sekolah di Amerika dan Negara-negara lain. Program ini menginspirasikan saya untuk membangun lebih banyak eco-schools (sekolah yang berorientasi pada lingkungan) di wilayah saya. 

Apa saja tantangan yang anda hadapi dalam melakukan aktivitas lingkungan hidup?

Lebih banyak sekolah yang tertarik dalam mengaplikasikan program eco-school. Akan tetapi, menerapkan eco-school tidak dapat dilakukan melalui seminar atau aktivitas satu hari saja. Hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan, dan merealisasikannya bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh kalangan yang terlibat. Karena itulah kami mencoba untuk mengadakan berbagai macam program di beberapa sekolah setiap hari untuk mempertahankan semangat pada para murid. 

Apa cara untuk menarik anak-anak muda untuk terlibat dalam perihal yang penting ini?

Kita harus berhenti melihat anak-anak muda ini sebagai objek dari niat baik kita. Sebaliknya, organisasi kita memandang siswa-siswa dan anak-anak muda ini sebagai “agen perubahan”. Kami juga menciptakan suasana yang “menyenangkan & bersahabat” ketika kita menciptakan program untuk kaum muda. Sebagai contoh, organisasi kami Tunas Hijau menciptakan sebuah permainan anak-anak “Ular Tangga” dalam ukuran raksasa untuk mendidik anak-anak dan orang dewasa tentang pentingnya kita melindungi lapisan ozone. Permainan ini sudah diadopsi oleh UNEP (United Nations Environment Program) dam koleksi Aksi Multimedia yang mereka miliki untuk mendidik anak-anak diseluruh dunia. Permainan ini juga telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Perancis.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, Roni melanjutkan program pengamanan lingkungan hidup yang ia dalami. Baru-baru ini, Tunas Hijau mengadakan beberapa program yang melibatkan sekolah-sekolah di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang sebagai bagian perayaan Hari Bumi. Program-program yang diadakan termasuk pelatihan mengenai masalah-masalah lingkungan lomba prakarya, penanaman pohon, pelatihan untuk program daur ulang dan program kerja sama dengan Kantor Konsulat Jendral Amerika Serikat di Surabaya dalam menampilkan film “The Lorax” dan peluncuran buku yang dipimpin langsung oleh Konsul Jendral, Caryn McClelland untuk siswa-siswa SD di Surabaya pada tanggal 21 April 2009. Film the Lorax menceritakan tentang seseorang bernama Once-ler, seorang pekerja keras yang menemukan hutan lebat yang memiliki banyak pohon Truffula, yang mempertemukan dirinya dengan mahluk the Lorax yang menjadi juru bicara untuk pohon-pohon yang tak dapat bicara. 

Roni dan teman-temannya adalah contoh dari pahlawan-pahlawan muda Indonesia yang tak kenal lelah mengajari anak-anak muda untuk sadar lingkungan. U.S. Mission di Indonesia dengan senang hati terus mendukung pahlawan-pahlawan Indonesia lainnya di masa-masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *