Ikuti YAWA 6th ICCE, 8 Aktivis Tunas Hijau Berangkat ke Sabah, Malaysia

Delapan orang aktivis Tunas Hijau, Minggu (31/5), sore bertolak menuju ke negeri “Jiran” Malaysia. Keberangkatan mereka dalam rangka mengikuti YAWA 6th International Children Conference on the Environment atau Konferensi Anak-Anak Lingkungan Hidup Internasional di Rainforest Discovery Centre Sepilok, Sandakan, Sabah, Malaysia. Konferensi yang diselenggarakan 1 – 5 Juni 2009 itu mengambil tema “Rise Up, Stand Up and Let’s Cool the Earth”. Keikutsertaan pada konferensi ini sekaligus kunjungan balasan Tunas Hijau setelah pada Desember 2008 dan Maret 2009 rombongan YAWA Malaysia mengunjungi Tunas Hijau di Kota Surabaya dan Malang.

Kedelapan aktivis Tunas Hijau itu adalah Nizam Wahyu Ardhika, Dony Kristiawan, Agus Sriwulan (guru SDN Tunjung Sekar II Kota Malang), Isnaeni (guru SDNBI Tlogowaru Kota Malang), Pangeran Lingkungan Hidup (LH) Malang Raya 2008 Muhammad Dakita Zulfikar Albana, Runner Up II Puteri LH Malang Raya 2009 Firsttolia Larasati, Hilmy Rasyad (siswa SD Laboratorium UM Malang) dan Dewi Syuaibatul Islamiyah (siswa SDNBI Tlogowaru Kota Malang).

Kesempatan mengikuti konferensi lingkungan hidup anak-anak ini akan digunakan utusan beberapa sekolah mitra Tunas Hijau untuk berbagi pengalaman praktis pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. Mereka akan berbagi cara pengolahan sampah organik dan non organik di sekolah dengan melibatkan aktif para siswanya, pembibitan tanaman obat dan pemanfaatannya. Sementara itu, dua aktivis senior Tunas Hijau Dony Kristiawan dan Nizam Wahyu Ardhika akan berbagi kiat praktis membangun jaringan sekolah-sekolah berwawasan lingkungan hidup. Kedua aktivis senior Tunas Hijau itu juga akan mengadakan beberapa worksop tentang perubahan iklim di sana.,

Diikuti oleh 160 orang anak usia 10-16 tahun dari Malaysia, konferensi ini akan diikuti oleh beberapa delegasi dari beberapa negara selain Indonesia. Pada konferensi ini akan dibahas secara gamblang tentang isu nomor satu abad ini, yaitu perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global. Pembahasan ini lebih ditekankan pada bagaimana anak-anak dan generasi muda bisa memahami dengan pola pikirnya. Selanjutnya, melalui konferensi ini, anak-anak dan generasi muda diharapkan dapat terlibat aktif pada upaya mendinginkan bumi untuk mencegah semakin buruknya dampak perubahan iklim. (roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.