Video Conference Dengan Jepang, Japan Art Miles Salut Dengan Mural Yang Dibuat Peserta Carbon Footprint Conference

Japan Art Miles (JAM) atau lembaga yang mengurusi mural di Jepang salut terhadap mural Carbon Footprint atau jejak karbondioksida yang dibuat anak-anak pada Carbon Footprint Conference (CFC) 2009 di SMP Negeri 37 Surabaya. Apresiasi pada mural itu disampaikan pada sekitar 20 orang peserta konferensi yang melakukan video conference atau pertemuan melalui percakapan video internet oleh Direktur JAM Atsuko Shiwaku, Rabu (24/6). Juru bicara dari peserta konferensi pada video conference(VC) itu adalah Pangeran Lingkungan Hidup 2009 M. Gunawan Wibisono dan Puteri Lingkungan Hidup 2009 Alya Thallafadhila Listyarini.

Sambil meminta beberapa peserta VC untuk membentangkan mural Carbon Footprint yang selesai dibuat, Alya menjelaskan bahwa ada dua hewan yang menjadi maskot pada mural yang dibuat. “Kedua hewan tersebut adalah Buaya dan Hiu yang merupakan simbol dari Kota Surabaya. Selain itu ada tujuh jejak kaki yang dibuat pada mural. Ketujuh jejak kaki itu berisi gambar dengan tujuh tema yang menjadi tema pembahasan Carbon Footprint Conference. Peserta konferensi juga mencetak telapak kaki mereka pada pinggiran mural,” kata Puteri Lingkungan Hidup Alya Thallafadhila.

VC dengan JAM diawali oleh Gunawan dan Alya dengan menceritakan kegiatan yang dilakukan pada CFC mulai pagi hingga siang hari sebelum VC dengan Jepang. Diinformasikan Alya dan Gunawan pada Atsuko bahwa CFC diawali dengan pembukaan, yang pada pembukaan itu dipentaskan drama lingkungan hidup oleh siswa SMP Negeri 37 Surabaya selaku tuan rumah. “Penanaman pohon di lahan kosong sekolah mengawali aksi awal yang dilakukan perwakilan peserta konferensi ini,” kata Puteri LH 2009 Alya Thallafadhila.

Ditambahkan Gunawan bahwa peserta perwakilan sekolah mendapat kesempatan melakukan presentasi tentang program lingkungan hidup di sekolah masing-masing. “Kemudian kegiatan konferensi dilanjutkan dengan talkshow tentang Carbon Footprint dengan saya, Alya dan Fernanda Novelia sebagai pembicara,” kata M. Gunawan Wibisono. Disampaikan Gunawan bahwa pada talkshow itu dia mengajak peserta konferensi untuk bersama mengurangi aktivitas yang menghasilkan karbondioksida.

Percakapan melalui internet itu membuat Atsuko Shiwaku yang juga koordinator internasional program pertukaran mural kagum. Kekaguman itu ditindaklanjuti Atsuko dengan mengingatkan Tunas Hijau untuk terlibat pada program International Intercultural Mural Exchange 2009. Atsuko lantas meminta juga secara langsung peserta video conference itu untuk bersama teman-teman sekolahnya mendaftarkan melalui Tunas Hijau selaku koordinator Indonesia untuk ikut program pertukaran mural internasional.

Video conference dengan dua organisasi dari luar negeri adalah salah satu agenda Carbon Footprint Conference yang Curtis Deschambault sebagai direkturnya. Sebelumnya, pada pukul 12.00 wib, video conference dilakukan perwakilan peserta konferensi jejak kaki dengan organisasi lingkungan hidup dari Perth, Australia Barat, Millennium Kids. Melalui video conference ini diharapkan anak-anak dapat berbagi informasi tentang Carbon Footprint dengan organisasi di luar negeri dengan tanpa melakukan perjalanan udara. (roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.