2 Mahasiswa China Yu Shuting dan QinHao Yang Akan Membantu Kegiatan Tunas Hijau di Malang Selama 2 Bulan

Setelah sekitar 30 menit menunggu, Sabtu (4/7) siang, akhirnya datang juga mahasiswa dari China, yaitu Yu Shuting dan QinHao. Kemudian mereka duduk dan memperkenalkan diri dengan ditemani anggota AIESEC LC Universitas Brawijaya Malang Rahman, Ninda dan Fika. Setelah perkenalan, aktivis Tunas Hijau Nizam Wahyu Ardhika dan Elgha Kasanda memperkenalkan diri dan menjelaskan apa saja yang akan dikerjakan di Tunas Hijau Malang. Beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan diantaranya presentasi ke sekolah-sekolah,observasi kondisi lingkungan hidup, diskusi permasalahan lingkungan, pembuatan artikel dan workshop lingkungan hidup.

Yu Shuting yang akrab di panggil Shio belajar tentang keuangan di China. Lain halnya dengan QinHao, dia belajar tentang teknik industri. Mereka juga tergabung sebagai anggota AIESEC di China. Ada cerita yang unik dari Shio. Ketika perjalanan menuju Indonesia dia harus memesan tiket sampai tiga kali. Ini dilakukan Shio karena pesawat yang hendak ditumpanginnya batal berangkat karena cuaca yang buruk. Setelah di Kuala Lumpur, Malaysia dia juga nyaris salah menaiki pesawat. Pesawatnya sebenarnya sudah berangkat dan dia hampir salah menaiki pesawat menuju Bali. Sungguh perjalanan yang melelahkan menurut Shio.

Lain halnya cerita perjalanan QinHao. Dia berangkat dengan lancar-lancar saja  walaupun sempat ditunda keberangkatan pesawatnya karena cuaca buruk. Qinhao juga tergabung sebagai relawan sosial di kampusnya. Pemuda ini juga mempunyai hobi olah raga. Olah raga yang digemari QinHao adalah bermain basket, sepak bola dan berenang. Ada cerita menarik yang mereka katakan, bahwa di China bila mempunyai lebih dari 2 anak maka akan terkena denda dari pemerintah sebesar +/- 70.000 yuan atau setara Rp. 94.500.000,-. Menurut Shio, program itu dilaksanakan di China untuk mengatasai populasi yang tidak terkendali di China. (Nizam/Elgha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.