Ajak Peserta MOS SMK Mater Amabilis Kurangi Jejak Karbondioksida

Setelah sehari sebelumnya berbagi tentang isu nomor satu abad ini, yaitu pemanasan global dan perubahan iklim, Tunas Hijau mengajak sekitar 200 peserta Masa Orientasi Siswa (MOS) SMKK Mater Amabilis Surabaya untuk mengingat gaya hidup selama ini. Bersama aktivis senior Tunas Hijau Bram Azzaino, Mochamad Zamroni menjelaskan bahwa perilaku kita sangat berpengaruh pada isu pemanasan global dan perubahan iklim. ”Perilaku itu terutama berhubungan dengan empat hal, yaitu pohon, transportasi, listrik dan sampah,” kata Zamroni pada peserta MOS SMKK Mater Amabilis, Kamis (16/7).

Dikatakan Zamroni bahwa handphone atau telepon genggam saat ini menjadi barang yang sangat familiar bagi kalangan siswa SMP dan SMA. ”Tentang telepon genggam ini, banyak pengguna yang tidak sadar bahwa membiarkan charger handphone tetap standby adalah salah satu penyumbang gas rumah kaca karbondioksida – salah satu gas penyebab pemanasan global. Dengan membiarkan charger handphone tetap standby dalam setahun akan dihasilkan gas karbondioksida sebanyak 6 kg,” kata Zamroni.

Demikian juga dengan hemat listrik menjadi slogan yang sering disuarakan oleh masyarakat kita. ”Namun, banyak hal-hal praktis tentang slogan hemat listrik ini yang tidak dilaksanakan. Seperti halnya kondisi di aula SMKK Mater Amabilis Surabaya ini yang sebenarnya cukup terang dengan penerangan alami sinar matahari pagi. Namun, dengan membiarkan banyak lampu menyala di ruangan ini, maka ini perilaku yang tidak ramah lingkungan,” kata Zamroni dilanjutkan dengan meminta panitia MOS untuk mematikan lampu aula.

Sesi ini dilanjutkan oleh aktivis senior Tunas Hijau Bram Azzaino dengan membagi seluruh peserta menjadi 19 kelompok dengan tujuh tema tentang jejak karbondioksida. Ketujuh tema itu adalah mencuci, berkebun, memasak, transportasi, belanja, waktu luang dan listrik. Setiap kelompok lantas diminta mendiskusikan minimal 15 perbuatan praktis untuk mengurangi jejak karbondioksida yang dihasilkan sesuai dengan tema. Setiap kelompok juga diminta membuat jingle atau lagu pendek tentang tema kelompoknya. (roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.