Workshop Pengolahan Sampah Basah di SMP Negeri 39 Surabaya

Semangat untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah yang dimiliki anggota tim lingkungan hidup SMP Negeri 39 Surabaya patut dicontoh siswa sekolah lain. Di saat semua siswa menikmati liburan bersama keluarga, tim lingkungan SMP Negeri 39 Surabaya yang berjumlah sekitar 15 orang masih menyisihkan waktu datang ke sekolah untuk mengikuti workshop pengolaan sampah daun yang diadakan Tunas Hijau, Kamis (2/7).

Jumlah yang ikut kegiatan tersebut memang sedikit jika dibandingkan dengan total anggota tim lingkungan hidup SMP Negeri 39 Surabaya yang sekitar 100 siswa. Namun, hal itu tidak membuat mereka patah semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Workshop tersebut ternyata berjalan cukup seru, mengingat selain aktivis Tunas Hijau yang hadir, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 2 mahasiswa dari China dan Hongkong yang magang di Tunas Hijau selama 2 bulan.

Sekitar 45 menit aktivis senior Tunas Hijau Bram Azzaino memberikan pembekalan kepada 15 anggota lingkungan SMP Negeri 39 Surabaya tentang pengolahan sampah daun di sekolah. Bram mengawali penjelasannya tentang tujuan mengolah sampah basah. Menurut Bram, tujuan pengolahan sampah daun selain mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan sekolah, pengolahan ini juga bermanfaat untuk mengurangi gas metana yang berpotensi muncul dari sampah basah. “Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global,” kata Bram.

Selain penjelasan tentang pengolahan sampah daun, 2 mahasiswa dari luar negeri juga menyampaikan tentang kondisi negaranya masing-masing, yakni kondisi China dan Hongkong. Menurut dua mahasiswa tersebut, Indonesia merupakan negara yang baik dengan penduduk yang ramah. Namun perbedaan yang sangat jelas adalah kebiasaan masyarakat Indonesia dengan Hongkong atau China dalam hal perilaku membuang sampah. Menurut Ivone mahasiswa dari China, di Surabaya banyak sekali ditemukan sampah-sampah yang berserakan di berbagai tempat terutama di sungai-sungai.

Di akhir kegiatan, seluruh anggota tim lingkungan SMP Negeri 39 Surabaya bersama Tunas Hijau dan dua mahasiswa asing memasang komposter pengolahan daun yang ditempatkan di dekat green house SMP Negeri 39 Surabaya. “Saya harap anak-anak tidak hanya saat ini saja mengisi komposter ini. Namun setiap hari komposter ini perlu diisi dengan daun-daun yang jatuh,” pesan Tri Astutik guru IPA yang merangkap menjadi guru koordinator lingkungan hidup di SMP Negeri 39 Surabaya. (adetya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.