Aneka Aksi Lingkungan Hidup Siap Digelar Siswa SMPN 37 Surabaya

Samar-samar terdengar lagu “Lupa Lupa Ingat” yang dipopulerkan oleh grup band Kuburan di ruang multimedia SMP Negeri 37 Surabaya. Lagu itu dinyanyikan oleh puluhan siswa anggota Tunas Hijau SMP Negeri 37 kelompok udara yang sedang mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh Tunas Hijau, Selasa (18/8). Namun, lagu yang mereka nyanyikan tersebut sudah dimodifikasi menjadi lagu yang bernuansa lingkungan hidup.

Lagu tersebut merupakan salah satu dari sekian rencana aksi nyata yang akan digelar oleh kelompok udara. Diantaranya, mereka akan membuat peraturan setiap kendaraan yang memasuki area SMP Negeri 37 wajib mematikan mesin. Kelompok ini juga akan memberi himbauan ke kelas-kelas dengan menempelkan poster hemat energi. Mereka juga akan mengolah sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang sampah non organik.

Pembekalan yang dilakukan oleh Tunas Hijau kali ini lebih difokuskan untuk membuat rencana aksi nyata lingkungan yang akan digelar oleh kelompok Tunas Hijau SMP Negeri 37 Surabaya. Selain kelompok udara yang membuat rencana aksi nyata, masih ada dua kelompok lagi yakni kelompok air dan carbon footprint atau jejak karbon.

Berbeda dengan kelompok udara, kelompok air berencana membuat rangkaian kampanye di sekolah yang mudah dilakukan dan juga mudah diingat oleh orang lain. Diantaranya menampung air bekas wudhu untuk dibuat menyiram tanaman. Mereka juga akan menempelkan poster dan slogan hemat air di tembok-tembok kelas dan di ruang guru. Rencana aksi kelompok air ini diawali dengan survei sistem air yang digunakan di SMP Negeri 37 Surabaya. Melalui survei yang dipandu oleh aktivis senior Tunas Hijau Zamroni, para siswa diminta melakukan aksi tentang kekurangan sistem air yang ada di sekolah.

Lain lagi yang direncanakan oleh kelompok polusi udara. Kelompok yang dipandu oleh aktivis senior Tunas Hijau Afif Amrullah ini berencana menggelar aksi dengan membuat drama, film dokumenter, masker dari kain bekas dan kampanye damai. Pada kampanye damai ini mereka akan membagikan brosur yang berisikan pesan “Stop Polusi Udara”. Pada akhir kegiatan, semua kelompok dikumpulkan di dalam satu ruangan untuk mempresentasikan rencana aksi nyata yang akan dibuat oleh kelompoknya masing-masing. (adetya/roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.