Anggota Tim Lingkungan Hidup SDK Santa Theresia I Panen Kompos, Daur Ulang Sampah Plastik dan Daur Ulang Kertas Bekas

Sampah daun kering sangat mudah diolah menjadi pupuk kompos. Ini seperti yang dilakukan oleh lebih dari 40 siswa anggota tim lingkungan hidup SDK Santa Theresia I Surabaya, Sabtu (29/8) pagi. Mereka melakukan panen kompos sampah daun yang telah memenuhi dua tong besar di Recycling Center SDK Santa Theresia I Surabaya. Bersama Tunas Hijau, aktivitas panen kompos itu nampak asyik mereka lakukan. Dengan menggunakan tutup keranjang untuk menyaring kompos yang sudah jadi dan mengembalikan kompos yang belum siap dipanen ke dalam tong.

Di Sekolah Adiwiyata Nasional ini, sampah dedaunan cukup dikumpulkan dalam tong besar yang telah dilubangi pada beberapa sisinya. Sampah dedaunan yang baru tinggal dimasukkan ke dalam tong itu. Pemberat seperti batu juga bisa diletakkan untuk memadatkan volume dedaunan yang ada. Penyiraman sangat diperlukan untuk mempercepat pembusukan dedaunan yang ada di dalam tong. Akan lebih baik bila pembalikan dilakukan secara berkala untuk semakin mempercepat pembusukan. Pada pembalikan ini, dedaunan di atas menjadi berada di bawah, dan dedaunan yang di bawah menjadi di atas.

Tidak hanya panen kompos yang dilakukan anggota tim lingkungan hidup SDK Santa Theresia I Surabaya pagi tadi. Mereka melakukan pengolahan sampah bungkus plastik menjadi barang-barang yang berguna. Sampah bungkus plastik yang diolah pagi itu adalah plastik bungkus mie instan, plastik bungkus deterjen dan plastik gelas air mineral. Mereka mengolah sampah bungkus plastik itu menjadi tas, dompet, tudung saji dan hiasan dinding berupa kolase. Pemanfaatan sampah plastik ini dilakukan para siswa dengan dipandu oleh salah seorang wali murid.

Pengolahan sampah kertas juga dilakukan oleh para siswa itu. Pada pengolahan ini, kertas-kertas bekas yang banyak dihasilkan di tata usaha sekolah dikumpulkan. Mereka lantas menyobek kertas-kertas bekas tersebut, yang dilanjutnya direndam dalam bak besar yang telah berisi air. Setelah kertas rendaman itu diremas-remas dengan tangan, mereka lantas menghancurkannya menjadi bubur kertas dengan menggunakan blender. Setelah kertas berubah menjadi lembut (bubur kertas), semua hasil blenderan ditampung dalam bak besar sebelum dicetak. (roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.