Peringati Hari Ozon Internasional, SDN Petemon 13 Surabaya Gelar Workshop Perlindungan Lapisan Ozon

Peringatan hari-hari lingkungan hidup bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Bisa dengan menggelar kerja bakti. Bisa dengan kampanye membentang poster-poster himbauan di jalan. Bisa dengan menggelar seminar atau workshop. Bisa dengan menggelar aneka lomba dan pameran. Bisa juga dalam bentuk kegiatan lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Petemon 13 Surabaya, pada peringatan Hari Ozon Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 September, mereka bersama Tunas Hijau mengadakan workshop Perlindungan Lapisan Ozon bagi seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah sekitar 90 orang, Selasa (8/9).

Tentang lapisan Ozon pelindung Bumi, maka orang harus ingat tentang peranan Matahari dalam kehidupan di muka Bumi. Matahari selalu bersinar menyinari Bumi. Keberadaan Matahari sangat dibutuhkan dalam kehidupan bumi dan makhluk hidup di dalamnya. “Sinar Matahari sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari kita, diantaranya untuk mengeringkan ikan, mengeringkan pakaian dan sumber vitamin D yang penting bagi tubuh manusia,” kata Rizal Lafidarin, siswa kelas 5 SDN Petemon 13 yang mengenakan busana muslim model Koko, menjelaskan tentang fungsi matahari.

Ditambahkan Retno Arum, bahwa sinar Matahari juga berguna bagi kehidupan tumbuhan. “Tumbuhan melakukan proses fotosintesis dengan bantuan sinar Matahari,” kata Retno Arum menambahkan penjelasan tentang peranan Matahari bagi kehidupan makhluk hidup di muka Bumi. Namun, menurut Abul Khoiri, tidak selamanya sinar Matahari selalu bermanfaat bagi manusia. “Sinar Matahari juga bisa menjadi sumber berbagai macam penyakit seperti kulit terbakar, kangker kulit dan katarak. Ini bisa terjadi bila lapisan Ozon pelindung bumi menipis atau bahkan rusak,” kata Abul Khoiri.

Sementara itu, sebelumnya, aktivis Tunas Hijau Narendra memulai sesi workshop Perlindungan Lapisan Ozon itu dengan mengajak seluruh siswa kelas 5 Sekolah Adiwiyata Nasional mitra Tunas Hijau itu melakukan kerja bakti memunguti sampah non organik yang banyak terdapat di depan sekolah. “Mari kita menambah pahala puasa Ramadhan kita dengan menciptakan kawasan sekitar kita yang bersih dari sampah. Caranya, dengan menempatkan sampah yang berserakan di depan sekolah pada tempat sampah yang sesuai. Ingat, Kebersihan Sebagian Dari Iman,” kata Narendra. (narendra/roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.