Volume Air Sejak Jaman Dinosaurus Hingga Sekarang Tetap

Sesaat setelah bel tanda masuk dibunyikan, tepat pukul 07.00 wib, para siswa kelas IIA memasuki kelasnya. Wajah ceria menghiasi anak-anak SDK Santa Maria Surabaya itu saat Tunas Hijau memasuki kelas. Materi yang dibahas pagi itu adalah sampah. Berbagai pendapat tentang sampah dilontarkan oleh para siswa kelas itu. Mereka nampak antusias mengikuti pelajaran tentang lingkungan  hidup ini.

Pada pertemuan ini, Tunas Hijau membahas tentang definisi sampah kering (non organik) dan sampah basah (organik). Sampah basah adalah jenis sampah yang mudah terurai, sedangkan sampah kering adalah sampah yang tidak mudah terurai. Para siswa juga diberikan pekerjaan rumah yang pada pertemuan selanjutnya akan dikumpulkan. Pekerjaan rumah yang diberikan yaitu menggambar dengan tema Sampah.

Dari ruang kelas IIA, Tunas Hijau melanjutkan kegiatan pengajaran tentang lingkungan hidup di kelas IIB dan kelas IIC. Suasananya tidak jauh dari kelas sebelumnya. Semangat mengikuti pelajaran ini juga nampak pada raut wajah murid-murid ini. Tetapi, siswa kelas IIC tampak lebih serius dibandingkan kelas-kelas sebelumnya. Sama dengan kelas sebelumnya, tugas pekerjaan rumah pun diberikan kepada murid-murid ini tentunya dengan tema yang berbeda.  Kelas IIB membuat puisi tentang Sampah. Dan kelas IIC mendapat tugas menggambar dengan tema Lingkungan Hidupku.

Sementara itu, saat mengisi materi tentang air di kelas 5B, aktivis Tunas Hijau Bram Azzaino bertanya tentang jumlah air dari jaman Dinosaurus hingga saat ini apakah ada pengurangan atau ada penambahan. Banyak siswa yang menjawab berkurang. Ini dikarenakan airnya sudah diminum oleh Dinosaurus dan manusia. Namun, disampaikan aktivis senior Tunas Hijau  Bram bahwa jumlah air dari dulu hingga sekarang selalu sama. “Ini karena adanya siklus air,” kata Bram.

Semula para murid tersebut tidak paham dengan siklus air. Namun Bryan, salah satu siswa berusaha menjelaskan siklus air kepada teman-temannya. Ini karena Bryan mengikuti ekstra kurikuler IPA di sekolah. Dengan percaya diri Bryan mulai menggambar siklus air di whiteboard dan mulai menjelaskan pada teman-temannya.

Menurut Bryan siklus air dimulai dari penguapan air laut yang kemudian menjadi awan. Dari awan tersebut turunlah yang namanya hujan ke atas permukaan tanah. Air di permukaan tanah ada yang mengalir ke danau dan ada yang meresap ke dalam tanah. Lalu dari danau, air mengalir kembali ke lautan. (akbar/bram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *