Finalis PangPut Malang Raya Olah Sampah Basah Selama Karantina

Banyak sudah yang paham tentang cara dan alat pengolah sampah menjadi kompos yang biasanya ditemukan di sekolah-sekolah atau di rumah-rumah. Namun, dari sekian banyak warga yang tahu, tidak semuanya yang mau mengolah sampah basah mereka menjadi kompos. Atau bisa dikatakan banyak warga yang faham secara teori tapi tidak secara prakteknya. Namun hal ini tidak berlaku saat pelaksanaan karantina 29 (dua puluh sembilan) finalis pangeran puteri lingkungan hidup 2009 Malang Raya, (11-12/12) di Coban Rondo, Kota Batu.

Dipandu oleh Pangeran Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya M. Dakita Zulfikar, puluhan finalis diajarkan cara pengolahannya serta jenis sampah apa saja yang boleh diolah di komposter yang ada. ”Kalau daun kering bisa dimasukkan dalam komposter ini. Namun lebih tepatnya ditanam saja sudah cukup untuk sampah daun, karena biasanya komposter ini biasanya untuk mengolah sampah sisa makanan seperti tulang ikan, sisa nasi, sisa sayuran dan kulit buah,” ujar Zulfi sapaan akrab Zulfikar.

Zulfi juga menjelaskan alasan harus mengolah sampah basah yakni sebagai salah satu upaya untuk menghambat lajunya pemanasan global. ”Kalian tahu bahwa gas Metana yang keluar dari sampah basah merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat mencegah sinar matahari untuk keluar dari Bumi,” ujarnya. Gas Metana, lanjut Zulfi, kuat menangkap panas lebih besar dari pada CO2 yakni sekitar 25 kali panas yang ditangkap oleh CO2.

Setelah pembahasan singkat tentang cara pengolahan sampah basah dan alasan mengolah sampah basah, para finalis pangeran puteri lingkungan hidup Malang raya setelah selesai makan tanpa dikomandoi lagi langsung memasukkan sisa makanan mereka ke dalam komposter yang sudah disiapkan. ”Alhamdulillah adik-adik sudah bisa mengolahnya. Semoga ini juga diterapkan tidak hanya di sini tetapi juga di rumah dan di sekolah mereka masing-masing,” ujar Direktur Pangeran Puteri Malang Raya Nizam Wahyu Ardika. (det)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.