Kekurangan Air Bersih, Masyarakat Belanda Harus Menyaring Air Laut

Oleh: Runner up I Pangeran LH 2008 Malang Raya Oryza Adhitya Wardana

Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan selama setahun terakhir. Menjadi runner up I pangeran lingkungan hidup mengawali sederetan pengalaman itu. Maklum, saya terpilih menjadi juara II pangeran lingkungan hidup ketika masih sebagai siswa sekolah dasar di Kota Malang. Apalagi program penganugerahan pangeran dan puteri lingkungan hidup bukan program yang menggunakan kriteria seleksi tampan dan cantik. Tapi program ini meminta anak-anak untuk peduli lingkungan hidup dengan memiliki proyek lingkungan hidup yang tidak sehari selesai.

Pengalaman menarik lainnya adalah saat saya mewakili sekolah saya, SDN Dinoyo 2 Kota Malang, mengikuti Kemah Hijau 2009. Kemah peduli lingkungan hidup itu diselenggarakan Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur bersama Tunas Hijau di Arboretum, Desa Sumber Air Sungai Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Juni 2009. SDN Dinoyo 2 Kota Malang adalah salah satu Sekolah Adiwiyata Nasional sejak 2008. Saya ditunjuk sebagai peserta Kemah Hijau 2009 mewakili sekolah karena saya runner up I pangeran lingkungan hidup 2009.

Di Kemah Hijau 2009 saya kaget mendapat informasi bahwa masyarakat Belanda sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Informasi itu disampaikan salah satu mahasiswa magang Tunas Hijau dari Belanda. Namanya Kak Pasquella van der Jagt. Disampaikan Kak Passquella bahwa untuk mendapatkan air bersih (air tawar), seringkali mereka harus mengolah air laut. Biayanya sangat mahal dan prosesnya sangat lama, meskipun sudah menggunakan teknologi yang canggih. Apalagi rata-rata daratan di Belanda berada di bawah permukaan air laut.

Dari penuturan Kak Pasquella itu, saya bisa mengambil kesimpulan pepohonan berperan sangat penting untuk menyerap air hujan ke dalam tanah. Semakin sedikit pepohonan yang ada, maka semakin sedikit pula air hujan yang terserap ke dalam tanah. Semakin sedikit air hujan yang terserap ke dalam tanah, maka semakin tinggi resiko kita kekurangan air tawar. Makanya, ayo kita tanam pohon sebanyak-banyaknya. Manfaatkan lahan kosong untuk ditanami pepohonan. Bila tidak ada tanah, kita bisa menggunakan media pot. (*/ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.