Manfaatkan Penerimaan Rapor Sisipan Untuk Sosialisasi LH Kepada Ortu Siswa SMP 25

Surabaya- Banyak cara yang bisa dilakukan sekolah untuk menyosialisasikan pesan peduli lingkungan hidup kepada segenap warganya. Diantaranya melalui kegiatan penerimaan rapor sisipan yang biasanya diberikan beberapa minggu menjelang ujian akhir semester. Seperti yang didiskusikan Tunas Hijau bersama tim guru lingkungan hidup dan kepala SMP Negeri 25 Surabaya, Kamis (3/12) siang, di SMP Negeri 25. Setiap wali kelas akan diminta melakukan sosialisasi ini kepada para orang tua/wali siswa, Jumat keesokan harinya.

Pesan-pesan lingkungan hidup yang akan disampaikan pun cukup beragam dan tergolong pesan yang praktis. Diantaranya kebersihan sebagian dari Iman, bahwa membuang sampah sembarangan adalah salah satu perbuatan yang mengurangi kadar Iman. Ada juga pesan agar keluarga siswa di rumah khususnya orang tua melakukan pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. Bahwa rumah harus menjadi tempat yang mengawali pembiasaan membuang sampah pada tempatnya. “Orang tua harus memberikan contoh/teladan dalam pembiasaan ini,” kata aktivis senior Tunas Hijau Zamroni.

Pembiasaan untuk membawa botol minuman yang bisa dipakai berulang kali dari rumah menjadi salah satu pesan yang akan disampaikan kepada para orang tua siswa. “Dengan banyak siswa yang membawa botol minuman sendiri untuk minum, maka semakin sedikit sampah non organik dari kemasan air minum yang akan dihasilkan siswa,” kata Indinah, salah satu guru lingkungan hidup SMP Negeri 25 Surabaya. Ditambahkan Indinah, bahwa air minum untuk isi botolnya bisa dari rumah atau membeli dari pedagang di sekolah.

Pesan lain yang akan disampaikan adalah pembiasaan makan di rumah atau membawa bekal makanan dari rumah dengan wadah yang bisa dipakai berulang kali. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kadar gizi makanan yang akan dikonsumsi siswa dan mengurangi jumlah sampah non organik pembungkus makanan. Selain itu pesan untuk menghindari penggunaan bungkus makanan dari sterofoam juga akan disampaikan, karena masih banyak sterofoam yang dibuat dengan menggunakan bahan perusak Ozon (CFC). “Kalaupun sterofoam itu tidak menggunakan bahan perusak Ozon, maka sampah sterofoam tidak akan pernah bisa hancur di tanah dan tidak bernilai ekonomis,” kata Zamroni. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *