Pembekalan Dan Persiapan Kampanye Lingkungan Hidup Oleh Finalis Pangput 2009 Malang Raya

Malang- Pengumuman 30 finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup (pangput) 2009 Malang raya telah disampaikan, Rabu (2/12), melalui website Tunas Hijau www.tunashijau.org. Kamis (3/12) siang kemarin, di Aula Nadya Women Center, giliran 30 orang finalis pangput itu mengikuti pembekalan dan persiapan sebelum roadshow ke beberapa sekolah di Malang. Pembekalan dan persiapan juga dilakukan untuk roadshow di salah satu tempat keramaian, yaitu di Malang Town Square (Matos).

Pembekalan yang diselenggarakan ini diawali dengan sesi perkenalan masing-masing finalis. Setiap finalis diminta mengenal semua finalis lainnya. Tidak hanya nama dan sekolah finalis, mereka diminta mengenal sampai hal-hal yang spesifik lainnya seperti pengalaman yang paling berkesan selama ini. Sesi perkenalan yang berlangsung seru dan komunikatif ini dipandu oleh Direktur Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2009 Malang Raya Nizam Wahyu Ardhika.

Setelah sesi perkenalan, para finalis mendapat pembekalan tentang dua isu global. Kedua isu global itu adalah perlindungan lapisan Ozon dan pemanasan global/perubahan iklim. Dari sesi pembekalan isu global itu, bisa disimpulkan bahwa pemahaman para finalis masih belum begitu bagus. Kesimpulan ini disebabkan masih banyaknya opini dari mereka yang menjelaskan bahwa pemanasan global terjadi karena lapisan Ozon menipis dan rusak.

Menanggapi penjelasan para finalis tentang isu pemanasan global yang masih keliru itu, dijelaskan Nizam bahwa rusak atau tidaknya lapisan Ozon, maka sinar Matahari terus akan menyinari Bumi. “Namun, bila lapisan Ozon tidak rusak, maka radiasi Ultra Violet yang membahayakan tidak akan bisa menembus lapisan Ozon pelindung Bumi,” kata Nizam. Pada sesi ini, para finalis diajak menonton bersama film kartun tentang pentingnya lapisan Ozon bagi makhluk di muka Bumi, khususnya manusia.

Tuntas dengan penjelasan tentang pentingnya lapisan Ozon, penjelasan dilanjutkan pada isu pemanasan global dan dampaknya perubahan iklim. “Perubahan iklim menjadi isu nomor 1 dunia abad ini,” jelas Nizam Wahyu Ardhika. Dijelaskan Nizam bahwa isu pemanasan global merupakan akibat dari efek rumah kaca, yaitu terhalangnya sinar Matahari yang seharusnya kembali ke luar atmosfer Bumi oleh gas-gas rumah kaca. “Gas-gas rumah kaca adalah gas yang sebagian besar timbul dari aktivitas manusia. Gas rumah kaca dengan jumlah terbanyak di atmosfer adalah gas karbondioksida (CO2) dan gas metaha (CH4).

Di akhir sesi pembekalan, para finalis dibagi menjadi 3 kelompok secara acak. Mereka lantas diberi waktu 15 menit untuk membuat konsep kampanye/roadshow yang akan dilaksanakan keesokan harinya, Jum’at (4/12), di sekolah dan di Matos. Satu per satu kelompok lantas diminta maju untuk presentasi konsep kampanye yang diusung. Pada rencana roadshow ini dititikberatkan pada tema pemanasan global, yang peserta diberi kebebasan memilih sub tema yang akan diangkat. Sementara itu diantara 3 kelompok tersebut memiliki kesamaan yaitu membuat maskot kegiatan. (zam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.