Roadshow Di SMPN 24 Malang, Finalis Pangput 2009 Malang Raya Ajak Operasi Semut di Area Sekolah

Malang- Hari kedua proses final pangeran dan puteri lingkungan hidup 2009 Malang raya, Sabtu (5/12) pagi, dilakukan dengan melakukan kunjungan  ke SMP Negeri 24 Kota Malang. Pada kunjungan di sekolah yang berlokasi di Jl Laksda Adi Sucipto Gg Makam Kota Malang ini, para finalis tidak hanya berkampanye lisan tentang pentingnya lingkungan hidup yang bersih dan hijau. Para finalis bahkan mengajak para siswa sekolah itu untuk melakukan aksi nyata memungut sampah non organik yang banyak terdapat di sekolah dan sekitar.

Aksi nyata itu diawali para finalis dengan mengajak para siswa SMP Negeri 24 Kota Malang untuk mengamati kembali kondisi lingkungan hidup di sekolah itu. Pengamatan ini dibarengi dengan harapan tentang kondisi ideal dari keadaan yang ada saat ini. Dari harapan yang dibuat, hampir seluruh siswa berharap SMP Negeri 24 Kota Malang perlahan tapi pasti berubah menjadi sekolah yang bersih dan hijau. Dari harapan itulah, para finalis lantas mengajak para siswa melakukan akktivitas memungut sampah non organik.

Sementara itu, perjalanan menuju sekolah ini tidak mudah, harus melalui jalan yang berukuran kecil. Kondisi sekitar sekolah ini juga mengesankan kepedulian lingkungan hidup masyarakat yang sangat rendah. Ini dibuktikan dengan banyaknya sampah non organik yang terpendam dalam tanah sejak belasan tahun sebelumnya. Hal ini disimpulkan bila dilihat dari bentuk sampah non organik tersebut. Sampah non organik atau sampah kering baru juga banyak terdapat di sekitar sekolah dan perkampungan sekitar. Nampak seperti tidak pernah ada aksi nyata untuk membersihkannya.

Kondisi lingkungan yang sangat kotor ini membuat 29 finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup 2009 Malang raya miris melihatnya.Para finalis bahkan nampak beberapa kali harus menutup hidungnya untuk mencegah bau busuk masuk saluran pernafasan mereka. Melihat gelagat para finalis yang baru datang itu, Kepala SMP Negeri 24 Kota Malang Kasmiran menjelaskan bahwa lahan tempat gedung sekolah itu berdiri dan sekitar sekolah adalah bekas lahan pembuangan akhir sampah yang sudah tidak lagi beroperasi. “Namun, kami berharap bahwa, mendatang, warga sekolah ini bisa merubah suasana sekolahnya menjadi bersih dan hijau,” kata Kasmiran. (zam/tya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *