Humas Konjen Amerika Serikat di Surabaya Akan Hadir di Pembukaan Peringatan Earth Hour & World Water Day

Andrea J. De Arment, Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat dipastikan hadir pada pembukaan kampanye peringatan Earth Hour dan World Water Day yang digelar Tunas Hijau dan BG Junction, Jumat (26/3) pukul 13.30 WIB. Kesanggupan Andie, begitu biasanya Andrea akrab dipanggil, disampaikan oleh staf Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat Esti Durahsanti, Kamis (25/3) siang, melalui surat elektronik kepada Tunas Hijau. Pada kesempatan ini, Andie juga akan membagikan 50 kalender Earth Day kepada perwakilan sekolah.

Beragam kegiatan lingkungan hidup akan dilaksanakan selama dua hari di BG Junction. Kegiatan tersebut adalah pameran sekolah ramah lingkungan hidup, workshop eco journalism bagi siswa, pemutaran film, workshop iklan bagi siswa, switch off  alert, switch off  act inbox, video conference, traditional game festival, eco drum circle, eco masquerade, mural antar bangsa dan workshop eco school bagi guru.

Pada pameran sekolah ramah lingkungan hidup, 10 sekolah pilihan mengikuti pameran ini. Mereka adalah sekolah-sekolah yang memiliki program lingkungan hidup. Sepuluh sekolah itu Sekolah Adiwiyata Nasional SDK Santa Theresia I, Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Kandangan III, Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Petemon 13, Sekolah Adiwiyata Nasional SD Al Muslim Wadungasri, SDN Kandangan I, SDN Babat Jerawat I, SMPN 16, SMPN 5 dan SMPN 21 Surabaya.

Pada workshop eco journalism, sekitar 150 siswa perwakilan SMP se Surabaya akan ikut serta. Mereka akan diajak memahami jurnalisme dengan mengangkat isu lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. Workshop ini tidak hanya secara teori, namun seluruh peserta workshop akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan membuat halaman media cetak dengan beberapa tulisan jurnalisme tentang isu lingkungan hidup yang ditemui di BG Junction.

Pada workshop iklan lingkungan hidup, sekitar 150 siswa perwakilan SMP dan SMA se Surabaya akan ikut serta. Mereka akan diajak memahami metode pembuatan iklan lingkungan hidup. Workshop ini tidak dilaksanakan secara teori, namun seluruh peserta workshop akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Dengan berbekal kamera atauhandphone dengan kamera, mereka diminta langsung berkeliling mall BG Junction untukhunting. Hasil hunting lantas dijadikan iklan lingkungan hidup.

Tampilan musik dengan peralatan barang-barang bekas dengan beragam bunyi akan meramaikan kampanye di BG Junction ini, dengan tajuk acara Eco Drum Circle. Ada 3 kelompok Eco Drum Circle yang akan tampil. Mereka adalah kelompok pelajar dari beberapa sekolah di Surabaya dan Pacet – Mojokerto, yang berlatih secara khusus memanfaatkan barang-barang bekas untuk digunakan sebagai alat musik.

Pada video conference (VC) akan dilakukan diskusi secara online dengan saling bertatap muka antara anak-anak sekolah di Indonesia dengan kelompok peduli lingkungan hidup dari luar negeri. Video conference akan dilakukan dengan Wesley College Perth Australia Barat yang menjalankan program keanekaragaman hayati di sekolahnya; selanjutnya dengan salah satu sekolah ramah lingkungan hidup di Kota Nova Dubnica, Slovakia. VC berikutnya dilakukan dengan Japan Art Miles di Jepang dan International Art Miles di Mesir.

Eco Masquerade atau aksi penyamaran dengan mengangkat pesan lingkungan hidup akan dihadirkan juga. Aksi ini biasa digunakan sebagai nama satu acara televisi yang terkenal di Jepang (Masquerade Japan). Beberapa tim akan melakukan berbagai aksi dengan membawa pesan utama tentang penyelamatan lingkungan hidup. Eco Masquerade bukan kompetisi murni, melainkan hanya sebagai sarana pembawa pesan tentang penyelamatan lingkungan hidup. Aksi ini akan dilakukan oleh beberapa kelompok pelajar dari Surabaya.

Mural Antar Bangsa bertema lingkungan hidup akan dihadirkan pada rangkaian kegiatan pada kampanye dua hari ini. Mural yang dimaksud adalah lukisan pada kanvas/kain berukuran standar internasional 1,5 x 3,65. Mural antar bangsa yang dimaksud adalah mural yang dibuat oleh beberapa sekolah di Indonesia dengan sekolah patnernya di Jepang. Tidak hanya beberapa sekolah di Surabaya, tapi juga beberapa sekolah di Papua. Sekolah-sekolah itu adalah SDN Petemon 13 Surabaya dengan patnernya SD Seiko Jepang, SMPN 27 Surabaya dengan patnernya SMP Ako Nishi Jepang, SDK Santa Theresia I Surabaya dengan patnernya SD Shijima Jepang, SMP YPJ Kuala Kencana Papua dengan patnernya SMP Kojima Jepang, dan SMP YPJ Tembagapura Papua dengan SMP Kizu Jepang.

Festival permainan tradisional juga dihadirkan pada rangkaian kegiatan di pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jl. Bubutan 1-7 Surabaya ini. Pada festival ini akan dikenalkan beberapa jenis permainan tradisional dengan penjelasannya. Ada Cublak-Cublak Suweng yang asli Jawa, Congklak atau Dakon, Dingklik Olakalik yang asli Seragen Jawa Timur, Bekel, Dampu dan beberapa permainan lainnya. Permainan-permainan itu tidak hanya didisplay, tetapi juga dimainkan oleh anak-anak dan pengunjung mal.

Workshop Eco School bagi guru juga akan dihadirkan pada rangkaian kegiatan ini. Pada workshop ini, guru-guru dari beberapa sekolah di Surabaya akan diajak mengembangkan sekolah-sekolah di Surabaya menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan hidup dengan program nyata untuk lingkungan hidup secara berkesinambungan. Lebih lanjut, sekolah-sekolah di Surabaya diharapkan menjadi barometer sekolah-sekolah di Indonesia untuk sekolah ramah lingkungan hidup. Surabaya Eco School International Network diharapkan terbentuk dalam beberapa tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.