Prihatin Kondisi Hutan Bakau Pesisir Surabaya, Ratusan Siswa SMP Tanam 1000 Bibit Bakau

Surabaya- Meski sebagian seragam sekolahnya basah dan belepotan lumpur, Putri Nabila Laudia Zaynul, siswa SMPN terlihat sangat bersemangat menanam bibit bakau yang digelar di SMPN 27, Jl. Wonosari Besar Ujung Surabaya (26/4). Dalam kegiatan ini, seratus peserta dari 15 sekolah di pesisir utara ikut serta. Mereka adalahSMPN 5, SMPN 7, SMPN 11, SMPN 15, SMPN 18, SMPN 31, SMPN 44, SMP PGRI 44, SMP CAHAYA, SMP AL- AMAL dan SMPN 27 Surabaya. Mereka menanam 1000 bibit bakau sebagai bentuk kepedulian terhadap kerusakan hutan bakau di pesisir Surabaya.

Tidak hanya peserta saja yang melakukan penanaman, puluhan guru dan karyawan Accor East Java Region yang menaungi tiga manajemen hotel yaitu Novotel, Mercure Accor Hotel dan Ibis Hotel juga terlibat dalam aksi ini bersamageneral manager masing-masing. Keterlibatan karyawan hotel-hotel ini sebagai bentuk apresiasi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan Hidup dalam rangka peringatan Hari Bumi (Earth Day) 22 April yang mengangkat tema Wild Life & Mangrove Conservation.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Accor East Java Region bersama Tunas Hijau dan SMP Negeri 27 Surabaya ini merupakan kesepakatan tindak lanjut yang dihasilkan dalam wokshop konservasi hutan mangrove yang juga di gelar di SMPN 27 Surabaya seminggu sebelumnya. Dalam sesi observasi yang dilakukan di hutan bakau di kawasan pantai Swedi (berdekatan dengan kaki Jembatan Suramadu), seluruh peserta merasa prihatin atas kondisi hutan bakau (mangrove) terutama di pesisir utara Surabaya.

Selain aksi tanam 1000 bibit bakau, puluhan poster dan gambar berisikan ajakan untuk menyelamatkan hutan bakau bakal dipajang di area penanaman. Gambar dan poster ini juga merupakan salah satu pelaksanaan kesepakatan dalam pelaksanaan workshop sebelumnya. Selaras dengan program tersebut, Tunas Hijau juga mengembangkan Program Sekolah Peduli Hutan BakauSalah satu upayanya adalah merintis hutan bakau di SMPN 27. Sehingga nantinya dapat berkembang menjadi ekosistem pantai yang mempunyai berbagai macam keanekaragaman hayati, seperti diungkapkan Afif Amrullah, aktifis senior Tunas Hijau. “Hutan bakau buatan ini nantinya akan digunakan untuk media pendidikan terkait usaha untuk pelestarian hutan bakau,” imbuh Afif saat pelaksanaan penanaman.

Dipilihnya SMPN 27 Surabaya bukannya tanpa sebab. Sekolah ini mempunyai karakter pantai yang sangat kuat karena lokasi sangat berdekatan dengan garis pantai, yang menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan Bakau. Diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan, ekosistem dan keanekaragaman hayati mulai tumbuh di hutan buatan ini. Bila sesuai rencana, program yang diterapkan di SMPN 27 Surabaya ini, merupakan satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang mempunyai program pendidikan pelestarian hutan mangrove di sekolahnya. (sugeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.