Survei Tanam Pohon SD Ciputra, SMAN 11 Terpilih Sebagai Lokasi Pelaksanaan

Surabaya- Model pembelajaran lingkungan hidup yang diterapkan di SD Ciputra perlu diacungi jempol. Mereka tidak cukup hanya belajar lingkungan hidup secara teori atau untuk pengetahuan saja.  Namun, teori dan pengetahuan lingkungan hidup yang didapat para siswa langsung disertai dengan tindakan nyata yang bisa dilakukan para siswanya. Tindakan nyata yang mereka lakukan juga tidak hanya dilakukan di sekolah mereka yang notabene sudah bersih, indah dan hijau. Tapi tindakan nyata itu juga dilakukan di sekolah lain, yaitu tanam pohon. Dua guru SD Ciputra bersama Tunas Hijau melakukan survei lokasi penanaman pohon itu, Senin (31/5).

Survei ini adalah rencana tindak lanjut pembelajaran tentang konservasi air yang dilakukan seluruh siswa kelas 2 SD Ciputra, yang diakhiri dengan sesi workshop oleh Tunas Hijau. Seperti diketahui, workshop oleh Tunas Hijau yang diikuti seluruh orang tua siswa kelas 2 SD Ciputra itu ditindaklanjuti siswa dengan penggalangan dana spontanitas untuk penanaman pohon. Dari penggalangan dana itu terkumpul uang sebesar Rp. 4.078.000,- yang akan digunakan untuk tanam pohon sebagai salah satu cara mengonservasi air.

Melalui survei itu diputuskan bahwa lokasi penanaman pohon yang akan dilakukan pada 3 Juni 2010 adalah di SMA Negeri 11 Surabaya. Sekolah ini adalah salah satu sekolah mitra Tunas Hijau di Surabaya Barat, tepatnya di Perumnas Manukan Tandes. “Sedikitnya 30 pohon akan ditanam. Semua pohon disediakan para siswa kami yang kelas 2 SD Ciputra. Ini adalah sesi penutup pembelajaran bertema konservasi air yang mereka lakukan dengan melibatkan Tunas Hijau,” kata guru kelas 2 SD Ciputra Erni Kusnawati yang ditemani Didik Maryono, guru kelas 2 SD Ciputra.

Ungkapan Erni itu disampaikan kepada kepala SMA Negeri 11 Surabaya Rupiyati sesaat setelah meninjau lokasi SMA Negeri 11 Surabaya bersama guru koordinator lingkungan hidup SMAN 11 Susi dan Tunas Hijau. “Yang utama adalah, kami mengharap kesanggupan dari SMA Negeri 11 Surabaya untuk bersedia menyiram dan merawat pepohonan setelah ditanam nanti. Semuanya adalah pohon yang berukuran besar. Para siswa sekolah ini yang terlibat juga kami harapkan bisa mendampingi dan mengarahkan siswa SD Ciputra yang masih kelas 2,” kata Didik Maryono.

Menanggapi rencana penanaman pohon di SMA Negeri 11, kepala sekolah yang pernah mendapat penghargaan Climate Hero 2009 Rupiyati menyatakan sangat mendukung rencana penanaman pohon ini. “Meskipun rencana pelaksanaannya mendadak, kami sangat mendukung rencana tanam pohon yang dilakukan para siswa kelas 2 SD Ciputra di sekolah kami. Sekolah ini terus berbenah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau. Kami ucapkan banyak terima kasih atas rencana penanaman pohon itu,” kata Rupiyati.

Sebelum memutuskan lokasi tanam pohon di SMA Negeri 11, Erni Kusnawati, Didik Maryono dan Tunas Hijau survei lokasi di SMP Negeri 24 Surabaya. Di lahan kosong sekolah yang berdampingan dengan markas Marinir Karangpilang ini, rencana pelaksanaan tanam pohon semula akan dilaksanakan. Namun, begitu informasi bahwa SMP Negeri 24 Surabaya dalam 1-2 tahun mendatang akan dipindah ke tempat baru, maka niatan tanam pohon di sekolah ini pun dibatalkan. “Sekolah ini akan dipindahkan ke lokasi baru, karena termasuk lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tol Surabaya – Mojokerto,” kata Lilik Endang di depan tim survei SD Ciputra dan Tunas Hijau. (roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.