Ekspresikan Taman Flora, Komikus Tunas Hijau Andi Kusmianto Ciptakan Komik Pendek ”Suroboy”

Surabaya- Tam dan Andi adalah anak-anak istimewa yang memiliki kekuatan super. Mereka dapat berubah menjadi robot raksasa yang akan siap memberantas setiap kejahatan. Suatu ketika mereka dikejutkan dengan berita di surat kabar tentang pelaksanaan eksekusi taman kota. Mala, salah satu sahabat mereka, juga terlihat sangat marah ketika mengetahui berita tersebut. Itulah salah satu ringkasan cerita yang tergambar dari komik pendek Suroboy yang dibuat khusus Komikus Tunas Hijau Andi Kusmianto yang dipamerkan di Pendopo Taman Flora Bratang Surabaya.

Dengan geram Mala mengatakan pada Andi dan Tam bahwa eksekusi ini tidak boleh dilakukan. Tidak seharusnya taman kota dieksekusi untuk dijadikan ruko dan mall, karena menurut Mala keanekaragaman hayati taman itu sangat tinggi. Di tengah kegeraman ketiganya, terdengar teriakan warga tentang adanya mesin robot milik perusahaan yang akan melakukan eksekusi terhadap taman kota. Mesin robot itu memotong seluruh tanaman dan pepohonan yang ada di taman tersebut. Hal ini membuat Andi dan Tam tidak bisa tinggal diam. Dengan kemampuan super yang dimiliki, mereka merubah diri menjadi  dua robot Suroboy.

Pertarungan sengitpun tak terelakkan antara robot pemusnah taman kota dan Suroboy. Robot pemusnah itu mempunyai kekuatan yang sangat tinggi. Suroboy kuwalahan menghadapi serangan robot pemusnah tersebut, tenaga mereka terkuras untuk menghadapi serangan robot pemusnah. Namun, tidak ada kata menyerah bagi Suroboy. Di tengah kondisi kritis ini, ribuan penduduk kota yang semula hanya diam penuh ketakutan menyaksikan pertarungan tersebut mulai terlihat marah, marah pada robot pemusnah taman dan bersimpati pada Suroboy.

Satu persatu mereka mulai berteriak ”Berhenti” mengutuk tindakan robot pemusnah taman yang mulai mencabuti pepohonan taman kota. Akhirnya ribuan penduduk kota dari berbagai suku dan usia bersatu menghadang langkah robot pemusnah taman. Melihat gelagat tersebut dan tidak mau terjadi korban, akhirnya robot pemusnah berjanji untuk tidak mengubah taman kota menjadi ruko dan mall. Akhirnya Suroboy didukung dengan seluruh penduduk kota berhasil menyelamatkan taman kota  tersebut.

Dari banyak art work yang dipamerkan pada Pameran Keanekaragaman Hayati di Taman Flora Bratang, komik pendek karya Andi Kusmianto ini menjadi favorit  pengunjung. Hal ini terlihat dari animo pengunjung yang rata-rata selalu terlihat membaca dan memaknai enam halaman komik hitam putih karya Andi. Meski hanya komik pendek hitam putih dan dibuat hanya dalam tempo kurang dari satu minggu, komik ini mampu membawa pesan mendalam tentang kondisi Taman Flora Bratang yang sedang di ujung tanduk.

Secara hukum, pemerintah kota Surabaya tidak berhak mengelola lahan Taman Tlora. Namun hal ini berpotensi pada perubahan fungsi, dan kerusakan keanekaragaman hayati taman tersebut. Dalam alur cerita yang dibuatnya, Andi Kusmianto berpesan kepada masyarakat Surabaya bahwa, publik kota Surabaya harus bersatu dan berani bersuara lantang untuk secara tegas menolak rencana alih kepemilikan terlebih alih fungsi atas taman flora. ”Hanya dengan suara seluruh masyarakat Surabaya, Taman Flora Bratang bisa diselamatkan,” kata Andi Kusmianto.

Selain Komik ’Suroboy’ Andi juga membuat beberapa karya lainnya, diantaranya adalah karikatur yang mengambarkan tentang ecofighter atau pejuang lingkungan hidup. Lewat karya ini Andi berharap kepada walikota Surabaya untuk tetap berjuang mempertahankan Taman Flora. Karya-karya brilian Andi ini dan karya-karya insan yang peduli kelestarian Taman Flora Bratang ini dapat dilihat secara langsung di pameran keanekaragaman yang digelar di Pendopo Utama Taman Flora. Pameran ini berlangsung mulai 6 – 25 Juni 2010.(sugeng)