Tim Eco Drum SMA Jiwa Nala Surabaya Dengan Beduk Renteng

Surabaya- Beduk renteng, begitulah tim Eco Drum SMA Jiwa Nala Surabaya menamai alat musik mereka. Alat musik itu mereka persiapkan dalam waktu singkat, yaitu 5 hari sebelum lomba. Meskipun disiapkan secara singkat, alat musik yang terdiri dari 3 galon, 3 tong sampah, 3 drum besar dan 2 bongo ala siswa-siswa SMA Jiwa Nala Surabaya mampu menarik perhatian pengunjung Taman Flora Bratang Surabaya yang ikut menyaksikan pelaksanaan Lomba Eco Drum Taman Flora Bratang yang digelar oleh Tunas Hijau, Minggu (20/6).

Beduk renteng dimainkan oleh 4 siswa SMA Jiwa Nala Surabaya. Mereka adalah Amir yang juga ketua tim SMA Jiwa Nala Surabaya dengan triple galon, Eko dengan triple tong, Anang dengan drum dan Andi dengan bongo. Ada juga beberapa siswa lainnya, sehingga total ada 10 siswa dalam satu tim mereka. Melihat dari bentuk alat musiknya, tidak salah bila tim SMA Jiwa Nala Surabaya menamainya beduk renteng, karena beberapa alat musik seperti 3 galon dan buah tong tersebut ditempatkan di penyangga berbentuk tanda ‘ + ‘ besar yang terbuat dari besi.

Menurut guru pendamping SMA Jiwa Nala Surabaya Tientje Husain, persiapan SMA Jiwa Nala terbilang cukup singkat dan sulit. Selain harus menentukan arasemen musik dan membuat alat musik, SMA Jiwa Nala Surabaya juga disibukkan dengan mencari siswa yang mau terlibat dalam pelaksaan lomba. Maklum sebagian besar siswa-siswi SMA Jiwa Nala Surabaya berprofesi ganda. Selain pelajar, rata-rata anggota tim SMA Jiwa Nala Surabaya juga pekerja. Seperti halnya ketua tim SMA Jiwa Nala Surabaya yang juga berprofesi loper koran.

Ada cukup banyak kendala yang dihadapi oleh tim SMA Jiwa Nala Surabaya pada saat persiapan Lomba Eco Drum. Namun, banyak kendala itu bisa mereka hadapi hingga sampailah mereka pada perhelatan Lomba Eco Drum di Taman Flora Bratang. Tim Eco Drum SMA Jiwa Nala Surabaya datang mengikuti lomba ini bukan sekedar unjuk kebolehan memukul barang-barang bekas. “Kami berharap dari musik yang kami ciptakan bisa menggugah masyarakat untuk lebih peduli terhadap satwa dan tanaman yang ada di Taman Flora Surabaya” ujar Amir yang penghobi bersepeda ini. (adetya/roni)