Aksi Tanam Pohon Akhiri Pembinaan LH Pada MOS SMP Negeri 19

Surabaya- Masa Orientasi Siswa baru SMP Negeri 19 tahun ini sangat berbeda dengan yang dulu. “Perbedaan ini disebabkan tahun ini sekolah memasukkan muatan pendidikan lingkungan hidup di dalamnya dengan melibatkan Tunas Hijau,” ujar Faras Reyhan, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 19 Surabaya mengawali pelaksanaan pembinaan lingkungan hidup MOS siswa baru SMPN 19, Rabu (14/7). “Semoga dengan kegiatan lingkungan ini dapat mengawali perubahan lingkungan hidup yang lebih baik di SMPN 19 Surabaya,” imbuh Reyhan.

Bertempat di gedung serba guna SMP NEGERI 19 Surabaya, sebanyak 304 siswa baru SMPN 19 Surabaya belajar tentang lingkungan hidup. Dengan panduan dari 2 aktivis Tunas Hijau, Satuman dan Haristya Candra Ghutama., para peserta diajak untuk memikirkan tindakan nyata mengatasi pemanasan global. Tindakan yang diminta yang nantinya bisa diterapkan secara langsung di sekolah.

Antusiasme peserta MOS SMPN 19 Surabaya cukup tinggi dalam mengikuti workshop lingkungan hidup ini. Terlihat dari banyaknya peserta yang mempertanyakan masalah pohon dan sampah di sekolahnya. Salah satunya yang dilontarkan Firman Sarifudin, ”Kak, bagaimana cara memanfaatkan sampah daun di sekolah?” Dijawab Satuman bahwa salah satu caranya dibuat kompos dengan cara dibusukan beberapa minggu di tong komposter. Tong komposter adalah alat untuk membuat pupuk kompos berupa tong besar yang dilubangi bagian sampingnya,” jawab Satuman, pemateri dari Tunas Hijau.

Di akhir sesi workshop, masing-masing gugus/kelompok membuat rencana tindak lanjut untuk keseharian mereka di sekolah. Semua kelompok sepakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan memulai memilah sampah di sekolah. Selepas itu peserta mulai melakukan penanaman pohon di sekitar areal sekolah. Setiap peserta telah siap membawa satu tanaman dari rumah. Pihak sekolah telah menyediakan 1 taman tiap kelas yang menjadi tanggung jawab masing-masing kelas. Selanjutnya, setiap Jum’at, sekolah akan memberikan waktu selama 10 menit sebelum masuk kelas untuk kerja bakti serta membersihkan taman mereka.

Aksi tanam pohon ini sengaja dipilih oleh pihak sekolah sebagai aksi nyata mengakhiri MOS di SMP Negeri 19 Surabaya. Hal ini terkait fakta bahwa suhu di Surabaya semakin panas seiring dengan kenaikan jumlah knalpot kendaraan bermotor dan dampak dari pemanasan global. Dengan penanaman tanaman hias ini diharapkan dapat menciptakan suasana sejuk di SMP Negeri 19 Surabaya. (1man/don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.