Hari Ketiga Karantina, Finalis Kunjungi TPA Benowo

Surabaya- Mengenalkan permasalahan lingkungan kurang menarik jika hanya melalui pembelajaran di dalam ruangan. Pengenalan itu tentunya lebih mengena dengan peninjauan lapangan seperti yang dilakukan oleh para finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup 2010 pada hari ketiga karantina finalis pangeran puteri lingungan hidup 2010, Minggu (26/9). Ketiga puluh finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup 2010 itu mengunjung lokasi terakhir penimbunan sampah warga Surabaya atau TPA di Benowo yang bebatasan dengan kabupaten Gresik.

Di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Benowo itu, para finalis diajak untuk mengetahui akhir dari perjalanan sampah yang mereka hasilkan sehari-hari. Selama ini, kebanyakan masyarakat, tahunya hanya sampah di buang ke tempatnya kemudian dibiarkan saja supaya diambil oleh petugas kebersihan. Mereka tidak pernah berfikir kemana tujuan sampah-sampah yang dibuang tersebut.  Di TPA Benowo, mereka tidak hanya melihat truk-truk sampah membuang sampahnya.

Anak-anak tidak hanya melihat ratusan pemulung yang berlomba-lomba mencari sampah non organik bernilai jual. Namun, anak-anak itu juga berdialog dengan petugas pengelola LPA Benowo. Disampaikan salah satu petugas LPA Benowo, bahwa luas LPA Benowo ini adalah 37 hektar dengan 26 hektar lahan sudah terpakai. “Volume sampah yang dibuang ke LPA sampah itu adalah 4000-5000 meter kubik sampah yang diangkut dengan sekitar 260 truk sampah setiap harinya,” ujarnya.

Banyaknya pemulung sampah yang beroperasi di lahan ini juga menjadi perhatian para finalis. Para finalis pun dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin diberikan kesempatan untuk berinterkasi dengan pemulung yang ada di sekitar lokasi TPA Benowo tersebut. Mereka lantas melakukan wawancara dengan para pemulung sampah non organik yang sangat mudah ditemukan di sana. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan diantaranya adalah jenis sampah non organik yang bernilai ekonomi dan yang tidak bernilai ekonomi. Dengan data ini para finalis diharapkan mau melakukan pemilahan dan pengolahan sampah di rumah dan sekolah.

Selesainya setiap kelompok melakukan wawancara dengan pemulung, di LPA yang beroperasi sejak tahun 2001 ini dilanjutkan dengan mengunjungi instalasi pengolahan air lindi. Lindi adalah cairan yang dihasilkan dari penumpukan sampah organik. Bila cairan sampah organik ini tidak diolah, dalam jumlah sampah yang sangat besar seperti di LPA Benowo, maka cairan ini bisa mencemari tanah dan air bawah tanah di sekitarnya. (black)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.