Peserta ICCE 2010 Tanam Pohon di Pegunungan Suzuka, Komono

Komono- Tanam pohon hampir pernah dilakukan setiap orang. Tapi tidak banyak yang melakukan tanam pohon bersama utusan 35 negara di satu tempat dan waktu yang sama. Seperti yang dilakukan oleh seluruh peserta International Children’s Conference on the Environment (ICCE) 2010 Nagoya, Jepang. Mereka menanam pohon bersama pada hari pertama konferensi anak-anak internasional yang mengambil tema keanekaragaman hayati, Kamis (21/10), selesai makan siang.

Tanam pohon ini dilaksanakan di bantaran sungai pegunungan Suzuka, kota Komono. Tanam pohon ini dilakukan tanpa diawali seremoni terlebih dahulu. Setiap peserta mendapat kesempatan menanam satu bibit pohon. Tata cara menanam pohon juga telah disampaikan beberapa saat sebelumnya. Pada saat perjalanan menuju lokasi penanaman pohon, di dalam bus, seluruh peserta mendapat penjelasan tentang cara menanam itu. Brosur juga dibagikan kepada masing-masing peserta. Masing-masing peserta juga mendapat kartu dengan nomor urut. Nomor urut itu bertujuan menunjukkan letak lubang tanam masing-masing peserta.

Cara menanam pohon di kegiatan ini sama dengan tanam pohon yang sering dilakukan di Indonesia. Bahwa pot plastik atau polibag harus dilepaskan sebelum bibit pohon ditanam di lubang. Bahwa pada lubang yang telah dibuat harus diberi pupuk atau kompos terlebih dahulu. Pemberian kompos ini perlu dilakukan, terlebih jenis tanah di lokasi penanaman itu sejenis tanah gambut atau tanah berpasir. Bahwa setelah ditanam dan lubang diisi penuh tanah, maka bibit harus diikatkan pada ajir atau penyangga agar tidak roboh. Bahwa penyiraman harus dilakukan.

Bahwa pelabelan dengan nama yang menanam dilakukan pada akhir penanaman. Hal yang berbeda pada tanam pohon ini, selain peserta dari 35 negara, adalah lokasi penanaman. Suhu di lokasi itu tergolong sejuk  atau bahkan dingin bagi masyarakat kota besar di Indonesia, sekitar 16 derajat. Dengan angin kencang yang terus berhembus tentunya membuat mereka yang tanpa aktivitas menjadi menggigil kedinginan. Terlebih lokasi penanaman berada di sekitar perbukitan dengan hutan yang masih rimbun dan pemandangan air terjun di beberapa sudut di kejauhan.

Hal berbeda lainnya adalah tidak adanya sampah khususnya plastik atau polibag yang tertinggal di lokasi penanaman. Untuk memastikan hal ini, walikota Komono Ishihara Masataka yang menyertai peserta memimpin stafnya memunguti sampah dan perlengkapan agar tidak tertinggal di lokasi. Ishikara tidak hanya memimpin tanpa melakukan hal yang sama dengan staf-stafnya, melainkan dia ikut serta bersama para stafnya melakukan hal yang sama. Hasilnya, lokasi penanaman bersih seperti semula. Setelah itu, seluruh peserta dan panitia pendukung melakukan sesi pemotretan bersama. (roni)

Keterangan Foto:

1. Seluruh peserta ICCE 2010 Jepang Foto Bersama Selesai Tanam Pohon

2. Nyimas Salsabila tanam pohon

3. Mumtaza Noor Ashila tanam pohon

4. Mumtaza dan Nyimas Salsabila berfoto bersama Walikota Komono Ishihara

5. Walikota Komono Ishihara Masataka bersih-bersih lokasi bersama stafnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.