Terbiasa Memandu Tamu Lingkungan Hidup Sekolah

Oleh: Puteri Lingkungan Hidup 2010 Fadila El Zahra

Awalnya saya tidak percaya ketika saya dinobatkan sebagai puteri lingkungan hidup 2010, mengingat tidak ada persiapan khusus yang saya lakukan ketika mengikuti program Penganugerahan Pangeran Dan Puteri Lingkungan Hidup 2010 yang digelar Tunas Hijau. Saya terbiasanya dengan karya daur ulang sejak duduk di kelas 5 SDN Kandangan I Surabaya, karena saya termasuk salah satu siswa kader lingkungan hidup di sekolah. Bahkan saya sering menjadi pemandu bagi tamu–tamu sekolah yang ingin melihat keunikan karya daur ulang sampah non organik hasil buah tangan para siswa SDN Kandangan I Surabaya.

Mengikuti ajang yang belum pernah saya ikuti ternyata sempat menyurutkan nyali saya. Perasaan saya semakin nervous, saat tahapan I yakni presentasi proyek lingkungan hidup banyak sekali dari peserta lain yang lebih siap dengan membawa display proyek mereka masing–masing. Padahal saya hanya memakai rompi daur ulang dari bungkus bekas deterjen dan 1 tangkai bunga daur ulang buatan saya sendiri. Berbekal kebiasaan saya mempresentasikan program–program lingkungan hidup sekolah di depan tamu, akhirnya sesi tersebut saya lewati dengan perasaan senang karena  mampu tampil dengan baik.

Program Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2010 tidak hanya mengajak pesertanya untuk berani tampil di depan umum. Program ini juga mengajarkan pesertanya untuk kritis dalam menyikapi segala permasalahan lingkungan hidup yang terjadi khususnya di sekitar kita. Kesimpulan itulah yang saya dapat ketika mengikuti tahapan seleksi ke II yang digelar di Ruang Pola Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya. Pada tahapan tersebut, setiap peserta mendapat 1 gambar permasalahan lingkungan untuk disampaikan maksud dari permasalahan tersebut, mencari solusinya dan memberikan keteladanan.

Peserta penganugerahan 2010 ini juga diajak untuk mengasah kemampuannya dalam meningkatkan kreatifitas yakni dengan cara membuat media kampanye proyek lingkungan hidup yang diantaranya berupa poster, mading, brosur, komik dan lainnya. Kebetulan waktu itu saya membuat 1 poster dan 1 mading yang bercerita tentang judul proyek saya yakni Mengubah Botol Minuman Susu Bekas Menjadi Bunga Cantik.

Setelah mendapat predikat Puteri Lingkungan Hidup 2010, saya berusaha untuk berkomitmen dalam berperilaku ramah lingkungan seperti hemat listrik, hemat air, kurangi plastik dan mengolah sampah. Tentunya perilaku tersebut harus saya tularkan kepada teman-teman saya di sekolah di sekitar rumah. Bahkan saya bertekad akan membuat penghijauan di rumah saya yang ada bengkel milik keluarga saya. Saya juga akan tetap gencar mengikuti program lingkungan hidup yang digelar di sekolah maupun yang digelar Tunas Hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.