Peringati Hari Pahlawan, Anak TK Belajar Hemat Kertas

Sidoarjo- Canda tawa siswa-siswi menghiasi proses pembibitan di Sekolah Roudhotul Jannah Waru Sidoarjo. 170 siswa dari 2 kelas Taman Kanak-Kanak dan 1 kelas Play Group terlibat dalam pembinaan lingkungan hidup yang digelar oleh Sekolah Roudhotul Jannah bekerja sama dengan Tunas Hijau, Selasa (9/11). Pembinaan lingkungan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang digelar oleh sekolah beralamat di Jalan Jatisari Permai X/2 Pepelegi Waru, Sidoarjo.

Meskipun masih kecil, peserta pembinaan lingkungan tersebut sangat antusias mengikuti setiap sesi dari pembinaan lingkungan yang digelar oleh Tunas Hijau. Pada kesempatan tersebut, Tunas Hijau membagi menjadi 2 sesi yakni pembibitan tanaman cabai dan praktek pembuatan kertas daur ulang. Awalnya seluruh peserta pembinaan lingkungan tersebut diajak secara bersama-sama untuk praktek daur ulang, namun mengingat jumlah peserta yang begitu banyak, akhirnya diputuskan untuk membagi peserta menjadi 2 kelompok.

Kelompok pertama yang terdiri dari siswa Taman Kanak-Kanak A mengikuti proses pembibitan tanaman cabai, sedangkan siswa Taman Kanak-Kanak B dan Play Group belajar membuat kertas daur ulang. Satu persatu adonan kertas daur ulang berhasil dicetak. Meskipun hasilnya tidak beraturan, namun menurut Tunas Hijau bukan hasil yang diutamakan dalam setiap daur ulang kertas. Adalah perilaku untuk hemat kertaslah yang menjadi target utama dalam setiap pelatihan pembuatan daur ulang kertas.

“Meskipun bisa membuat kertas daur ulang yang baik, namun jika tidak menggunakan kedua sisi kertas saat menulis sama saja pemborosan kertas,” ujar Saifullah aktivis Tunas Hijau yang biasa dipanggil Menjeng. Pemborosan kertas, lanjut Saifullah, adalah salah satu kebiasaan yang tidak ramah lingkungan karena semakin banyak kertas yang dipakai akan semakin banyak pula pohon yang ditebang.

Pada pembinaan tersebut, Tunas Hijau juga mengajak peserta pembinaan untuk memanfaatkan bubur kertas sebagai media tanam tanaman cabai. Berbekal botol bekas air mineral yang sudah dipotong menjadi 2 bagian, puluhan siswa Taman Kanak-Kanak kelas A bersama-sama membibit tanaman cabai. “Ini adalah salah satu cara membibit tanaman tanpa menggunakan tanah, dengan bubur kertas, kita bisa membibit tanaman asalkan kadar airnya tetap dijaga,” ujar Saifullah. (black)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.