SD Hang Tuah 10 Juanda Bernyanyi Bersama Tsukishima Primary School Jepang Melalui Video Conference

Sidoarjo- sembilan orang siswa kelas 5E Sekolah Standar Nasional (SSN) plus SD Hang Tuah 10 Juanda, Sidoarjo kompak berdiri sesaat setelah komunikasi internet tersambung. Masing-masing anak ini membawa lembaran kertas HVS putih bertuliskan ‘KONICHIWA’ -bahasa Jepang- yang artinya selamat pagi. Satu siswa satu huruf. Sedangkan 22 siswa SD Hang Tuah 10 Juanda lainnya bersama mengucapkan kata dalam bahasa Jepang tersebut. Gemuruh tepuk tangan pun terdengar dilakukan oleh para siswa sekolah di Jepang melalui pengeras suara laptop yang ada di ruangan.

Di layar infocus, nampak gambar bergerak anak-anak sekolah di Jepang dengan insert suasana kelas SD Hang Tuah 10. Ini adalah gambaran pelaksanaan video conference antara dua sekolah dari dua negara, yaitu SD Hang Tuah 10 Juanda Sidoarjo dengan Tsukishima primary school di Tokyo, Jepang.Video conference yang dilaksanakan Selasa (16/11) pagi ini merupakan bagian dari programInternational Intercultural Mural Exchange for Environment, yang Tunas Hijau menjadi koordinator Indonesia.

Sesuai rencana semula, tarian Lenggang Surabaya mengawali pertemuan dua sekolah melalui dunia maya ini. Tarian ini ditampilkan oleh Dellaura, siswa SD Hang Tuah 10 Juanda, Sidoarjo. Dengan gemulainya Dellaura menampilkan tarian ini dengan musik pengiring aslinya, sedangkan para siswa Tsukishima dengan seksama menyaksikan penampilan Dellaura dari sekolahnya di Tokyo. Berkali-kali para siswa Tsukishima ini nampak ikut menggerakkan tangan dan kakinya mencoba mengikuti gerakan Dellaura yang berada di Sidoarjo.

Setelah tarian ini selesai, masing-masing siswa dari kedua sekolah ini mengenalkan diri mereka masing-masing. Para siswa SD Hang Tuah 10 Juanda menggunakan media gambar tentang sketsa diri mereka untuk perkenalan. Sedangkan para siswa Tsukishima menggunakan media foto pada perkenalan diri ini. Nampak ada foto Menara Tokyo dan Jembatan Matahari di Jepang yang ditunjukkan oleh para siswa Tsukishima. Bernyanyi bersama adalah aktivitas terakhir yang dilakukan pada video conference ini. Lagunya berjudul tepuk bersama yang dibawakan dalam bahasa Inggris. Lagu ini dibawakan 30 siswa SD Hang Tuah peserta conference yang diikuti para siswa Tsukishima.

Mengenai pelaksanaan video conference ini, Kepala SD Hang Tuah 10 Juanda Marsoedi mengatakan sangat tertarik. Dikatakan Marsoedi bahwa inovasi pembelajaran seperti ini harus dikembangkan. “Anak-anak menjadi termotivasi untuk terus belajar dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah. Harapannya, program seperti ini bisa dilaksanakan setiap minggunya dengan melibatkan semua kelas SSN plus,” ungkap Marsoedi kepada Tunas Hijau setelah berakhirnya video conference ini. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.