Kumpulkan Air Sisa Minum Hingga Kampanye Hemat Air Antar Siswa

Surabaya- Ratna Mahendri, siswikader lingkungan hidup SDN Perak Barat Surabaya terlihat sedang menuangkan air bekas minum kedalam botol air mineral yang berukuran 1,5 liter. Bukan tanpa alasan, Ratna dan sekitar 40 siswakader lingkungan SDN Perak Barat Surabaya sedang menggelar peringatan Hari Air Sedunia yangdiperingati setiap 22 Maret. “Berburu Air Sisa Minum” menjadi kegiatan mudah dan meriah yang dilakukan para kader lingkungan kelas 4 dan 5 itu bersama Tunas Hijau di sekolah, Jumat (18/3).

Dalam kegiatan Berburu Air Sisa Minum tersebut, siswa diminta untuk mencari air sisa minum dari sampah botol dan plastik pembungkus  minuman yang ada di sekitar sekolah. Aktivis Tunas Hijau Satuman menjelaskan bahwa semua siswa yang terlibat akan diajak menghitung banyaknya air sisa minum yang sudah terkumpul. ”Dengan kita menghitung jumlahnya, kita bisa mengetahui air sisa minum jika dikumpulkan akan menghemat air sebanyak berapa liter nanti,” jelas Satuman kepada para kader lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Tanjung Torawitan 2 Surabaya.

Tanpa basa-basi, para siswa kaderlingkungan tersebut langsung berpencar mencari air sisa minum di wadah yang ada di sekolah mereka. Mereka lantas mengumpulkan menjadi satu di tengah lapangan. Setelah semua terkumpul, barulah siswa diminta untuk memilah air sisa minum ke dalam dua tempat berbeda, yakni air sisa minum yang tidak berwarna dan berwarna. Satuman kemudian mendampingi siswa sekolah yang berlokasi di daerah Tanjung Torawitan Surabaya untuk menghitung jumlah air sisa minum yang dihasilkan kader lingkungan.

“Air sisa minum yang sudah berhasil kita kumpulkan sebanyak 3,5 liter. Itu artinya jika kita bisa mengumpulkan air sisa minum, kita akan menghemat 3,5 liter air setiap harinya,” ucap Satuman setelahmeminta para kader lingkungan itu menuangkan air sisa minumnya ke dalam botol air mineral sebagaimedia ukurnya.

Tidak hanya itu, fakta lain seperti pencemaran air yang ada di saluran air kantin sekolah dibahas dalam pembinaan ini. Kondisi saluran air yang dipenuhi sisa makanan dan air bekas cucian dari kantin sekolah bisa menjadi salah satu contoh pencemaran air yang ada di sekolah. “Pencemaran air itu bisa disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah penggunaan deterjen cucian yang tidak ramah lingkungan dan secara berlebihan,” ujar aktivis Tunas Hijau Satuman. Pada pembinaan itu, Satumanjuga menunjukkan perbedaan air bersih dengan air yang sudah tercemar oleh deterjen dan air sabun.

Untuk mendukung kegiatan tersebut agar lebih menarik, Satuman mengajak siswa untuk membuat media komunikasi yang berbeda. Mereka lantas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk membuat media komunikasi yang tujuannya untuk mengajak orang lain untuk menghemat air. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok membuat media komunikasi berupa pantun hemat air, komik pendekt, simbol-simbol dan ilustrasi gambar tentang cara menghemat air. Nandia Firdasari, siswi kelas 5A mengaku kegiatan ini berbeda dengan kegiatan yang biasa dilakukannya di sekolah. “Ternyata tidak cukup hanya mengetahui sendiri pentingnya lingkungan itu,tetapi perlu juga ditularkan kepada orang lain agar bertindak pro lingkungan,” tutur Nandia Firdasari.

Di akhir pembinaan, hasil karya yang sudah dikerjakan siswa sebagai upaya mengajak orang lain pro lingkungan.Mereka diajak menggunakan media kampanye yang telah digunakan untuk menyosialisasikan cara penghematan air di sekolah kepada adik kelasnya yang duduk di kelas 3. “Sosialisasi ini dilakukan tidak hanya untuk mengajak orang lain menghemat air, tetapi juga melatih kader lingkungan ini berani menyampaikan pesan lingkungan yang sudah didapatkannya kepada adik kelasnya,” tungkas Satuman. Suasana saat sosialisasi yang dilakukan siswa menjadi meriah dan lucu. Itu disebabkan karena penyampaian pesan ala siswa yang masih terbata-bata menjadi suguhan menarik.  Canda tawa pun keluar pada saat selesai kegiatan sosialisasi itu. (ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.