Sampah Kering Bernilai Jual Menjadi Tiket Masuk Pentas Boneka

Surabaya- ‘Abrasi Kadafi’ terlihat sangat bahagia. Pasalnya, misinya untuk menghancurkan pesisir Kota Surabaya dapat terlaksana dengan mudah. Dengan nada penuh kesombongan, dirinya berteriak untuk menghancurkan seluruh pesisir Kota Surabaya dengan kekuatan terjangan ombak yang dimilikinya. Dengan kekuatan ombaknya itu, Abrasi Kadafi mulai menggerus pantai Nambangan Surabaya.

Tak ayal lagi, teror ‘Abrasi Kadafi’ ini membuat seluruh penduduk pantai ketakutan. Sementara itu, ‘Kitles Dublin’, seorang aktifis lingkungan hidup di Surabaya  sangat terkejut mendengar penyataan dari ‘Abrasi Kadafi’. Dublin takut jika pantai di Kota Surabaya perlahan-lahan akan hancur oleh  teror hempasan ombak yang dimilki ‘Abrasi Kadafi’. Di tengah-tengah kebingungannya, munculah Profesor ‘Utah Moral’ yang memberi tahu kepada Dublin bahwa daerah dekat pantai seperti Nambangan akan terkena dampaknya abrasi yang dapat menghancurkan daerah pemukiman secara perlahan jika ‘Mangrove Kenedy’ tidak segera ditanam.

Profesor ‘Utah Moral’ meminta Dublin mengerahkan semua teman-temannya untuk menanam mangrove Kenedy di pantai. Setelah mereka menanam puluhan ribu ‘Mangrove Kenedy’, ‘Abrasi Kadafi’ masih menyombongkan dirinya jika dia bisa menghancurkan pesisirNambangan dengan hempasan ombaknya. Ternyata dia salah, Mangrove Kenedy mampu menahan kekuatan serangan ombak ‘Abrasi Kadafi’  hingga kerusakan lebih parah dapat dicegah.

Ringkasan cerita dengan judul ‘Nature Rock N Roll’ inilah yang dipentas oleh Monica Hartono, Vania Josephin, Rex Gosal dan Sophia Prameswari, keempatnya siswa kelas IV SD Ciputra. Pentas yang dikemas dalam bentuk teater boneka ini merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan exhibition project yang menjadi tugas akhir kelas VI. Dalam project ini, keempat anak ini bersepakat untuk mengambil tema tentang abrasi dan keanekaragaman hayati pantai.

Alur cerita yang sangat mendetail dan tokoh-tokoh boneka rekaan  dengan karakter yang berbeda (Mangrove Kenedy sebagai mangrove, Profesor Utah Moral, Kitles Dublin sebagai aktifis, Abrasi Khadafi sebagai abrasi, dan Jackie O’ Harrison sebagai narator) berhasil mereka ciptakan dengan berbekal pengetahuan tentang hutan Mangrove yang mereka dapat pada saat melakukan workshop dan fieltrip bersama beberapa aktivis Tunas Hijau sebelumnya.

Seperti yang terlihat pada saat pementasan, puluhan siswa kelas I telah berkumpul di staff romm sejak pukul 09.15 WIB, Rabu (6/4). Sesuai jadwal, tepat pukul 09.30 WIB pementasan teater boneka digelar. Aksi atraktif Monica Hartono, Vania Josephin, dan Rex Gosal dan Sophia Prameswari dalam memainkan teater boneka ini mampu  membuat puluhan  siswa kelas I sampai tertawa terbahak-bahak melihatpuppets show yang dimainkan.

Tidak hanya sekedar menyaksikan, siswa kelas 1 juga diperbolehkan mengajukan pertanyaan pada boneka yang dimainkan. David misalnya, siswa kelas I ini  bertanya tentang arti kata ‘abrasi’ dan ‘mangrove’. Ternyata banyak siswa yang juga tidak tahu apa arti abrasi, mangrove dan masih banyak lain kosa kata yang mereka tidak ketahui. Maklumlah, yang menjadi penonton juga masih kelas I.

Uniknya, untuk dapat memasuki staff rommyang menjadi tempat pelaksanaan pementasan, siswa-siswa kelas I ini diwajibkan membeli tiket masuk. Untuk membeli tiket tidak harus mengeluarkan uang, tapi cukup dengan menukarkan sampah non organik atau sampah keringyang memiliki nilai jual seperti botol plastik bekas, kertas koran bekas, dan kardus dari rumah masing-masing. “Kami akan melakukan lima kali pementasan untuk siswa kelas I hingga kelas enam, sampah yang terkumpul nantinya akan kami jual dan kami gunakan untuk biaya menanam bibit mangrove,” ungkap Rex Gosal dengan penuh semangat. Rex Gosal  juga menuturkan bahwa pementasan teater boneka ini bertujuan mengajak sebanyak mungkin anak-anak peduli pada kelestarian hutan mangrove. (geng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *