Tim Lingkungan SDN Petemon 13 Kumpulkan Koran Bekas Warga Sekitar Sekolah Untuk Pembelian Bibit Pohon

Surabaya- Bila Anda peduli pada kelestarian lingkungan hidup. Bila Anda mempunyai sampah-sampah non organik  bernilai jual (botol plastic bekas, kardus bekas, koran bekas). Bila Anda berdomisili di daerah Petemon dan sekitarnya.Dukunglah upaya anak-anak yang tergabung dalam Tim Lingkungan Hidup SDNPetemon 13 untuk melakukan penanaman pohon di sekitar sekolah. Donasikan sampah-sampah non organkc bernilai jual yang Anda miliki. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk penanaman pohon di sekitar SDN Petemon 13.

Mirip sebuah iklan, paragraph diatas layak didedikasikan untuk usaha keras yang  dilakukan anak-anak kelas IV dan V yang tergabung dalam Tim Lingkungan Hidup SDN Petemon 13Surabaya untuk memperjuangkan ide mereka menghijaukan lingkungan di sekitar sekolah. Area lingkungan sekitar sekolah dipilih bukanlah tanpa alasan. Letak sekolah yang berdekatan dengan pemukiman padat penduduk menjadi satu alasan tersendiri. Seperti yang dingkapkan Putri Syafitri, siswi kelas 5A yang menginginkan bahwa tidak hanya anak-anak sekolah saja yang belajar untuk melestarikan lingkungan hidup, warga sekitar juga harus ikut serta berperan untuk melestarikan lingkungan hidup.

Berpatokan pada pemikiran anak-anak inilah, Tunas Hijau mengarahkan dan memotivasi anak-anak untuk melakukan satu aksi lingkungan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini dilakukan pada saat pembinaanlingkungan hidup di sekolah mereka, Sabtu (16/4), yang rutin dilaksanakan pada setiap Minggu. Anggriyan Permana, aktivis Tunas Hijau yang bertugas memandupembinaan ini mengajak  timsekolah untuk memikirkan satu ide peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. “Temukan satu ide yang  mudah teman-teman lakukan untuk memperingati Hari Bumi. Misalnya tanam pohon atau pembibitan. Yang penting maksud dari kegiatan ini bisa tersampaikan kepadawarga sekitar sekolah,” ujar Anggriyan saat pembinaan berlangsung.

Pembinaan yang melibatkan sedikitnya 50 siswa itu menghasilkan berbagai rencana kegiatan khas anak-anak. Aziz Hisyam misalnya, siswa kelas V ini mempunyai ide mengadakan tanam pohon bersama dengan warga sekitar. Untuk pembelian bibit pohon akan dilakukan pengumpulan sampah kertas dan botol yang ada di sekolahnya. “Nah, hasil penjualan sampah-sampah inilah yang akan digunakan untuk membeli bibit pohon. Bagaimana teman-teman? Setuju atau tidak?” jelas Aziz saat memaparkan idenya.

Ide Aziz ini langsung dipertajam oleh Tio Nugraha  teman sekelasnya. Tio menambahkan ide bahwa kalau hanya anak-anak yang mengumpulkan sampah hasilnya sedikit. Supaya mendapatkan sampah dalam jumlah banyak, Tio mengajak untuk berkeliling ke rumah-rumah warga untuk meminta sumbangan sampah yang bernilai jual. Istimewanya, ide anak-anak ini langsung dilaksanakan hari itu juga sebagai awal pelaksanaan. Seperti yang terlihat, puluhan siswa itu langsung bergerak menuju rumah-rumah warga untuk menanyakan koran yang sudah tidak terpakai lagi.

Satu per satu pintu rumah warga terlihat diketuk siswa. Tak ada rasa takut atau malu sedikitpun dari para siswa ketika meminta koran tersebut. “Permisi Bu, apakah saya boleh minta koran yang sudah tidak terpakai?” tanya Tasya siswi kelas 5B kepada Maryati, warga RT 04 RW 03 Simo Sidomulyo salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari sekolah. Dengan tersenyum, Maryati menanggapi permintaan Tasya, “Iya Nak. Ibu punya tapi memangnya mau dibuat apa, Nak, korannya ini?” Dengan cekatan Tasya menjawab bahwa kertas koran tersebut akan dijual. Hasilnya  untuk membeli bibit yang akan ditanam di sekitar sekolah. Sejenak kemudian terlihat Maryati telah menyerahkan setumpuk koran bekas kepada Tasya.

Tentang rencana kegiatan siswa tim lingkungan hidup ini, guru pembina lingkungan sekolahNur Salim menyatakan bahwa sebenarnya sekolah sudah berencana untuk mengadakan kegiatan di luar yang melibatkan warga sekitar sekolah. “Sekolah akan membantu anak-anak untuk berkoordinasi dengan pihak RT maupun RW di sekitar. Terutama untuk menentukan lahan yang kosong di sekitar sekolah sebagai lokasi kegiatan tanam pohon ini,” tungkas NurSalim di sela pembinaan.

Diakhir  pembinaan ini, Anggriyan mengajak siswa tim ini untuk memilah koran yang sudah terkumpul antara koran yang layak jual dengan yang sudah robek atau rusak. “Sekarang kita akan pilah bersama-sama sampah yang kita dapat hari ini. Teman-teman, tolong bantu untuk memilah koran yang masih bisa dijual dengan koran yang sudah rusak. Nantinya koran yang sudah rusak ini bisa kita manfaatkan menjadi bahan untuk membuat kertas daur ulang di sekolah,” pesan Anggriyan sebelum pembinaan berakhir.   (ryan)