Tim Ecopreneur SDN Perak Barat Berawal Dari Bank Sampah

Surabaya-Program Bank Sampah yang telah berjalan di tiap kelas menjadi pijakan tim Ecopreneur SDN Perak Barat untuk melangkah lebih lanjut. Sampah-sampah yang telah terkumpul tersebut sebagian dimanfaatkan sebagai bahan membuat produk daur ulang atau dijual ke pengepul sampah. Uang hasil penjualan mereka gunakan kembali sebagai modal usaha dalam menjalankan program wirausaha berbasis lingkungan hidup ini. 

Diandra Kis Arum Puspita menuturkan bagaimana tiap kelas mengumpulkan sampah kering setiap hari. ”Setelah ditampung dikelas masing-masing, seminggu sekali kami kordinir untuk dijual bersama-sama. Biasanya kami menjualnya pada hari jumat,” kata Diandra yang merupakan salah satu anggota tim Ecopreneur SDN Perak Barat.

Bank Sampah di salah satu kelas SDN Perak Barat

Ditambahkan pula oleh Diandra bagaimana setelah dua minggu bank sampah ini berjalan telah mampu menghasilkan dana sebesar 700 ribu. ”Dana sebesar ini akan kami manfaatkan untuk kegiatan lingkungan hidup di sekolah, salah satunya sebagai modal program ecopreneur ini,” imbuhnya kembali.

Selain dijual sebagian juga telah dimanfaatkan menjadi tempat pensil dan celengan. Produk tersebut sebagian juga telah mereka jual, seperti yang disampaikan oleh Alvin Rafli Ardiansyah kepada Tunas Hijau saat pembinaan ke sekolahnya (7/2). ”Kami memang belum bis membuat terlalu banyak karena terbatasnya waktu yang ada. Namun kami telah mempromosikan ke kelas-kelas menggunakan contoh produk. Karena itu sudah ada yang memesan kepada kami,” terang Rafli kembali.

Melalui program ini mereka bisa belajar berbisnis serta melakukan penyelamatan lingkungan hidup. Muhammad Wisnu mengutarakan betapa bermanfaatnya program ini bagi dirinya. ”Selain mengenal dunia usaha, senang juga bisa melakukan pemilahan sampah yang berarti ikut menyelamatkan lingkungan hidup,” ujar Wisnu yang masih tercatat sebagai siswa kelas 4 ini.

Kedepan mereka telah merencanakan terus menjalankan program ini. Selain karena bisa memberi manfaat berupa uang, sekarang kondisi sekolah semakin bersih dari sampah yang berserakan. Hal ini bisa dimaklumkan, karena tiap hari semua kelas telah melakukan pemilahan sampah. (don)