Antusiasme Warga SDN Kandangan 2 Pada Gerakan Sejuta Lubang Resapan

Surabaya- Sosialisasi Gerakan Sejuta Lubang Resapan Untuk Surabaya telah dimulai kepada beberapa sekolah dasar yang terlibat. Termasuk SDN Kandangan 2, Jumat (27/4), yang mendapatkan kesempatan untuk sosialisasi dan mencoba membuat lubang resapan yang biasa disebut biopori itu. Mereka sangat antusias saat diarahkan oleh Tunas Hijau yang memberikan arahan. Banyak pertanyaan yang mereka ingin tahu. Termasuk dari kepala sekolah mereka yang menjadi pendamping para siswanya.

Siswa-siswa SDN Kandangan 2 memasukkan sampah organik ke dalam lubang resapan yang telah mereka buat

“Sebenarnya kami sudah mencoba membuat biopori sendiri dengan alat seadanya,” tutur Siti Maisaroh, kepala SDN Kandangan 2. Dia juga menjelaskan bahwa daerah yang ada di kawasan SDN Kandangan 2 ini merupakan daerah dataran rendah. “Kawasan ini selalu banjir bila musim hujan, karena termasuk dataran rendah,” jelasnya. Menurutnya, dengan lubang resapan yang mereka buat belum cukup untuk mengurangi banjir yang ada di SDN Kandangan 2.

“Kami baru memiliki 6 lubang resapan yang ada di taman kami, namun lubang resapan itu masih kurang maksimal,” tungkasnya. Selain itu, para kader lingkungan hidup di SD Kandangan 2 sudah banyak yang mengetahui kegunaan biopori tersebut. Hal itu nampak saat Fitri, aktivis Tunas Hijau, menyosialisasikan kegunaan biopori tersebut. “Lubang resapan ini, berguna buat mempercepat resapan air hujan agar tidak menyebabkan banjir,” tutur Adrian Rafi Ahmad Adifa siswa kelas 6.

Menurut Adrian, lubang resapan yang ada di sekolahnya dangkal. Hal itu, dikarenakan hanya 15cm saja kedalaman yang bisa digunakan. “Di sini hanya 15 cm saja sudah keluar air,” jelasnya. Hal itu juga diperkuat dengan mereka yang mencoba mengebor di halaman mereka. Hanya 15 cm saja sudah bertemu air. “Ya disini dataran seperti ini, jadi sangat rendah sekali,” jelas Saiful Anwar, siswa kelas 6. (ali/fitri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.