10 Lubang Resapan Berhasil Dibuat SDN Sawahan III

Surabaya- Perlahan tapi pasti, SDN Sawahan III menjadi lebih berwawasan lingkungan hidup. Pemandangan ini nampak saat pembinaan lubang resapan oleh Tunas Hijau di sekolah yang beralamat di Jl. Widodaren, Jumat (25/5) pagi. “Sekolah ini menunjukan perubahan lingkungan hidup yang sangat baik,” tutur Feriyanto, aktivis Tunas Hijau saat pembinaan.

Wiwik, guru SDN Sawahan III bersama siswanya melakukan pemeliharaan lubang resapan di sekolah

Menurut Feri yang beberapa kali melaksanakan pembinaan di sekolah ini, mereka cukup antusias untuk pembenahan lingkungan di SDN Sawahan 3. Dia juga menambahkan bahwa semua kegiatan di SDN Sawahan 3 merupakan wujud kemauan tinggi dari warga sekolah untuk peduli lingkungan hidup. Kondisi tersebut dapat dilihat dari perawatan tanaman dan lubang resapan yang mereka buat.

Mereka memaksimalkan pembuatan lubang resapan semaksimal mungkin, seperti yang dijelaskan oleh Wiwik, guru pembina lingkungan SDN Sawahan III. “Kami di sini akan semaksimal mungkin melaksanakan pembenahan lingkungan hidup,” tuturnya. Wiwik menjelaskan bahwa SDN Sawahan III juga ingin memiliki lingkungan yang bersih dan bebas banjir. “Kami beruntung kemarin mendapat bor lubang resapan tersebut, kami langsung pergunakan dengan baik,” jelas Wiwik yang juga guru kelas SDN Sawahan III.

Bahkan dia menjadi teladan bagi para siswanya, karena semua lubang resapan yang mereka miliki adalah hasil kerja dia sendiri. “Semua lubang resapan di sini ya saya dan penjaga sekolah yang membuat,” ungkap Wiwik. Bahkan sekarang dia sudah memiliki 10 lubang resapan di sekolah. “Kami pakai semua paralon yang kemarin kami dapat, jadi total kami punya 10 lubang resapan,” imbuhnya. Hal itu mendapat respon positif dari siswa yang ikut juga merawat lubang resapan tersebut.

Menurut Putra Ramahsil, siswa kelas 4, lubang resapan di SDN Sawahan III ini hanya dibuat oleh Wiwik. “Memang Bu Wiwik yang menjadi motivasi kami untuk pembenahan lingkungan di sini,” tutur Putra. Dia pun tak ragu untuk mencari sampah daun dan membuka tutup lubang resapan mereka. Dia juga siswa yang bersemangat saat gurunya butuh bantuan dia. “Saya pasti siap untuk membantu Bu Wiwik untuk perawatan lubang resapan di sini,” ucap Putra. (ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.