Benahi Keranjang Pengomposan SDN Kaliasin III

Surabaya- Umumnya, setiap orang jijik dengan keberadaan sampah. Apalagi jika harus bersentuhan fisik secara langsung. Namun, hal ini tidak berlaku bagi tim lingkungan SDN Kaliasin III. Keberadaan keranjang pengomposan takakura yang sejatinya untuk mengolah sampah dapur, tidak terawatt di sekolah ini. Didampingi Tunas Hijau, Kamis (24/5), 18 murid kelas 4 dan 5 bekerja sama membenahi takakura yang terletak di samping ruang komputer.

Empat keranjang takakura terlihat terlantar. Bahkan, kain hitam yang diperuntukkan agar lalat enggan hinggap pun raib. Isinya pun bermacam-macam. Selain kompos, terdapat sedotan, bungkus permen dan plastik. Sekam yang seharusnya kering menjadi agak lembek karena tersiram air dari bekas minum plastik jajan.

Setelah mendapat penjelasan tentang seluk-beluk keranjang takakura, tim hijau SDN Kaliasin III segera mencari kardus bekas baru, karena kardus yang lama telah rusak dan berjamur. Kompos dari keempat keranjang pun segera dicampur dan dipindahkan ke keranjang yang baru. Walau sudah dicampur dengan tanah dari pot bekas tanaman, hasilnya hanya memenuhi sepertiga dari volume keranjang takakura.

Selanjutnya, murid kelas 4 bertugas untuk mengumpulkan sampah sisa makanan dari kantin. Sedang tim lingkungan dari kelas 5 bertugas untuk mengumpulkan sisa makanan dari bekal yang dibawa oleh seluruh murid dari kelas 1-5. Dengan penuh semangat, mereka mengerjakan tugas yag diberikan dengan baik.

Sembari mengumpulkan sisa makanan, beberapa murid juga mengumpulkan sampah non organik dari tiap kelas untuk dimasukkan dalam tong sampah besar yanng terdapat di depan tempat wudhu. Bagus, murid kelas 5 bahkan sengaja menumpahkan isi sampah non organik demi mendapat sisa makanan yang mungkin tercampur di tempat sampah milik adik kelas.

“Kak, aku menemukan sisa roti di halaman depan sekolah. Dimasukkan keranjang takakura ya?” lapor Ayu, murid kelas 4 yang beramput panjang. Hasil perburuan sampah sisa makanan yang terkumpul bermacam-macam. Mulai dari remah biskuit hingga pentol. Setelah terkumpul, sampah diaduk dan ditutup dengan sekam kering lantas dikembalikan ke tempat semula.  (ella)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.