SMP YPJ Kuala Kencana dan SMPK St. Stanislaus I Belajar Lingkungan Hidup Bersama

Surabaya– Sebagai sekolah jawara dalam program lingkungan hidup yang berkelanjutan dalam Surabaya Eco School 2011 dan peraih penghargaan level emas Energy Challenge 2012, SMPK St. Stanislaus I Surabaya terus menggelar berbagai kegiatan peduli lingkungan hidup. Salah satunya adalah pembelajaran lingkungan hidup dengan sekolah yang ada di luar pulau Jawa untuk saling berbagi pengalaman dalam pelestarian lingkungan hidup bersama SMP YPJ Kuala Kencana – Papua, Selasa (15/5), yang berkunjung ke sekolahnya selama dua hari.

Siswa dan guru Stansa menjelaskan cara melakukan audit energi beberapa peralatan elektronik sekolah

Dijelaskan Lili Andajani, bahwa kunjungan SMP YPJ Kuala Kencana Papua dalam rangka belajar bersama tentang lingkungan hidup dan berbagi pengalaman tentang upaya-upaya yang telah dilakukan untuk melestarikan dan menjaga kondisi bumi agar menjadi lebih baik. “Kami berbagi upaya penghematan energi (listrik) agar sumber daya alam kita tidak cepat habis dan kami mengajak untuk membuat lubang resapan biopori di halaman sekolah,” jelas Lili Andajani, guru biologi SMPK St. Stanislaus Surabaya.

Dengan menggunakan alat ukur (watt meter) SMP YPJ Kuala Kencana diajak mengaudit alat-alat elektronik yang memakai listrik dan memberikan tips-tips penghematan energi listrik yang sudah dilakukan dalam mengikuti gerakan penghematan energi (Energy Challenge).

Siswa SMP YPJKK Papua dan SMPK Stansa Surabaya melakukan audit energi bersama-sama

“Kalau di sekolah kami baru menyalakan AC di atas jam 09.00, karena kalau pagi cuacanya masih sejuk. Dengan penjelasan tentang energi dari teman-teman Stansa dan mengaudit alat-alat tersebut, akhirnya kami bisa tahu alat-alat apa saja yang lebih banyak mengeluarkan listrik,” ucap Reyni Wullur, siswi kelas 8 SMP YPJ Kuala Kencana, yang merasa senang karena mendapat pengetahuan dan pengalaman baru.

Sementara itu, SMP YPJ Kuala Kencana Papua juga berbagi pengalaman upaya pelestarian lingkungan hidup yang telah dilakukan selama ini di sekolahnya yang berada di kawasan hutan hujan tropis. “Kami telah menjalankan program melestarikan lingkungan hidup, salah satunya adalah melestarikan hewan-hewan yang masih alami dan tumbuhan langka yang tumbuh di dalam hutan belakang sekolah,” terang Dandy Andikarama Hamdani, siswa kelas 8 SMP YPJKK.

Ditambahkan Dandy, bahwa di sungai kecil belakang masih terdapat hewan yang masih alami yaitu ikan gabus berbintang dan tumbuhan stroberi hutan. “Untuk ikan gabus berbintang kita rawat yang masih kecil supaya bisa hidup sampai besar dan kalau sudah besar kami sebar ke beberapa sungai-sungai kecil di sekitar sekolah. Sedangkan tumbuhan stroberi hutan juga dirawat sampai besar dan menanam bibit stroberi hutan di sekitar tempat tersebut,” tambah Dandy yang telah menjalankan program tersebut selama dua bulan.

Siswa SMP YPJKK Papua membuat lubang resapan di lahan SMPK Stanislaus I Surabaya

Hadi Aji Purnomo, siswa kelas 8B SMPK St. Stanislaus I Surabaya, mengajak teman-teman dari Papua untuk bersama-sama membuat lubang resapan biopori di halaman sekolah sebagai salah satu upaya dalam mencegah banjir dan mengolah sampah organik. “Mereka sudah mengerti tentang lubang resapan diopori dan mereka sangat bersemangat dalam melakukan pengeboran. Saya akan mengajak teman-teman agar bisa membuat lubang resapan diopori sebanyak-banyaknya,” ujar Hadi Aji Purnomo.

“Selama ini kami hanya menerima teori saja dalam membuat lubang resapan biopori, saya senang sekali akhirnya bisa membuat secara langsung lubang resapan biopori disini apalagi saya dibantu oleh teman-teman dari Stansa,” ungkap Ilham Fauzan Hari Mukti, siswa kelas 8D SMP YPJ Kuala Kencana yang menganggap pengeboran ini ide yang bagus karena bisa menyerap air hujan secara langsung dan dapat dinetralisirkan oleh tumbuhan yang ada di sekitar lubang tersebut. (wira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.