Ajari Warga SDN Wiyung Pemilahan Sampah

Surabaya- Diantara penyumbang perubahan iklim adalah perilaku manusia yang tidak peduli dengan sampah. Mulai dari sikap yang konsumtif ketika membeli barang, membuang sampah di sembarang tempat, tidak melakukan pemilahan sampah, tidak mendaur ulang barang bekas hingga tidak melakukan upaya 3R (reduce, reuse, recycle). Perilaku seperti itu kerap dapat mudah ditemui di banyak tempat, seperti di SDN Wiyung. 

Siswa SDN Wiyung melakukan pemilahan sampah saat pembinaan lingkungan hidup bersama Tunas Hijau

Sebenarnya, sekolah yang berada di pinggir jalan dekat pasar ini dulunya mempunyai 2 tempat sampah di tiap kelas. Namun, karena tidak ada yang mengontrol pemilahan sampah, akhirnya sampah menjadi tercampur antara yang organik dan yang non organik. Sehingga pada akhirnya kepala sekolah memutuskan untuk menyimpan sejumlah tempat sampah di gudang.

Sekitar 15 anak perwakilan kelas 5 ditunjuk untuk menyadarkan teman sekelas dan adik kelas agar sampah yang dihasilkan sekolah tiap harinya tidak bercampur sehingga membuat siapapun yang melongokkan kepala ke tempat sampah menjadi jijik. Sebelum melakukan aksi pemilahan sampah di sekolah, mereka terlebih dahulu mendapat pembinaan dari Tunas Hijau, Kamis (14/6). Dengan melepas alas kaki, mereka berhamburan ke seluruh penjuru sekolah untuk memunguti sampah sesuai jenisnya. Sampah yang dihasilkan di SDN Wiyung dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu daun, kertas, gelas-botol bekas dan bungkus jajan.

Dengan tanpa jijik, mereka bekerja sama memilah sampah mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka juga tidak segan-segan mengetuk pintu kelas demi mendapatkan hasil buruan. Setelah berkeliling selama sekitar 1 jam, didapatkan 2 tong sampah besar dari tiap jenis. “Sebetulnya, sampah yang di kantin belum dipilah, Kak. Tapi tempat sampahnya sudah penuh semua,” ujar Nurul Khatimah, siswi kelas 5D bersemangat.

Rencananya setelah memindah semua sampah tersebut dalam karung, mereka akan mengundang pemulung agar seluruh sampah tersebut dapat menjadi uang. “Saya senang sekali dengan kehadiran Tunas Hijau untuk melakukan pembinaan terkait dengan program sekolah berbudaya lingkungan hidup di sekolah ini,” kata Susi Diani, kepala sekolah. (ella)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *