Dengan Tebak Rasa, Tunas Hijau Ajak Warga SDN Lidah Kulon I Untuk Berperilaku Hijau

Surabaya- Kendala terbesar untuk menjaga kebersihan sekolah terletak pada kebiasaan yang berkembang di warga sekolah, yaitu kebiasaan membuang sampah sembarangan. Meskipun berbagai himbauan dalam bentuk slogan dan poster banyak ditempel di banyak tempat, tapi tetap saja kebiasaan ini sulit diubah. Hal ini diungkapkan Mardianto, kepala SDN Lidah Kulon I, sesaat sebelum pembinaan lingkungan hidup bersama Tunas Hijau dimulai, Rabu (13/6).

Siswa SDN Lidah Kulon I diajak bermain tebak rasa untuk mengetahui kebiasaan mereka membuang sampah

Tema menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan Inilah yang menjadi pembahasan utama dalam pelaksanaan pembinaan sekolah berbudaya lingkungan hidup yang digelar di SDN Lidah Kulon I ini. Program pembinaan yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya bersama dengan Tunas Hijau Indonesia ini bertujuan untuk menciptakan sekolah berbudaya ramah lingkungan.

Pelaksanaan pembinaan di SDN Lidah Kulon I diikuti oleh 20 siswa kader lingkungan perwakilan kelas III, IV dan V. Dalam pelaksanaan pembinaan ini, siswa SDN Lidah Kulon I diajak untuk mengenali kebiasaan warga sekolah yaitu membuang sampah sembarangan. Pengenalan permasalahan ini disampaikan melalui diskusi dan permainan khas Tunas Hijau, yaitu permainan tebak rasa permen dan permainan menulis kiri kanan.

Saifullah, aktivis Tunas Hijau, menjelaskan bahwa permainan tebak rasa permen ini bertujuan untuk mengenali kebiasaan yang dilakukan secara spontan sedangkan permainan menulis kiri kanan untuk  memotivasi anak melakukan kebiasaan baru. “Lewat permainan tebak rasa permen inilah kebiasaan membuang sampah yang dilakukan anak-anak dapat diketahui,” ungkap Saifullah.

Tidak hanya bermain dan berdiskusi, dalam pembinaan kali ini peserta juga diajak untuk melakukan aksi pungut sampah. Setiap kader lingkungan berkewajiban mengajak teman sekelasnya untuk melakukan aksi pungut sampah. Tak ayal lagi, dalam sekejap, halaman dan selokan sekolah yang semula banyak sampah berserakan menjadi bersih seketika.

Usai melakukan aksi pungut sampah, seluruh peserta diajak untuk melakukan pengamatan kebiasaan teman-teman mereka yang berkaitan dengan sampah. Pengamatan ini dilakukan di koridor ruang serbaguna di lantai dua yang berhadapan dengan jajaran ruang kelas. Seluruh peserta merasa jengkel selama melakukan pengamatan. Pasalnya, peserta melihat sendiri teman-teman mereka yang membuang sampah sembarangan padahal baru dibersihkan 15 menit.

Ellena Ihza katerina, siswi kelas VB, berpendapat bahwa kelakukan teman-temannya ini sudah keterlaluan. “Masa, Kak, susah-susah dibersihkan sudah banyak yang buang sampah sembarangan lagi,” ungkap Ellena dengan nada kesal. Oleh Saifullah dijelaskan bahwa hal ini bukan kesalahan mutlak mereka yang membuang sampah sembarangan, mungkin mereka tidak menyadari kebiasaan buruk yang mereka lakukan.

“Nah, kalian sudah tahu bagaimana kebiasaan teman teman kalian. Ini menjadi tugas kalian untuk mengingatkan siapapun agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Saifullah memberikan semangat. Disesi akhir, seluruh kader lingkungan melakukan galang ide tentang tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibuang sembarangan.

Pada galang ide ini, seluruh peserta berhimpun dalam tiga kelompok. Ide yang terkumpul selanjutnya disampaikan kepada kepala sekolah sebagai pertimbangan langkah tindak lanjut menyikapi maraknya kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan warga SDN Lidah Kulon I. (geng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.