SDN Sememi 1 Tawarkan Tanam Pohon dan Biopori ke SD Ciputra

Surabaya – Memiliki lahan yang cukup luas menjadi keuntungan tersendiri bagi Trubus, kepala sekolah SDN Sememi 1 dalam mengelola lingkungan sekolahnya. Berbagai aktivitas lingkungan digiatkan oleh Kepala Sekolah ini dengan membagi siswanya menjadi beberapa kelompok kerja. Seperti kelompok kerja taman kelas, taman TOGA, pengomposan, pemilahan sampah dan daur ulang.

Hal tersebut dijelaskan Trubus kepada dua orang guru SD Ciputra yang melakukan kunjungan lingkungan ke sekolahnya dengan didampingi Tunas Hijau, Rabu (20/02).“Kami sangat senang menerima rombongan siswa dari Ciputra untuk bisa berbagi ilmu dengan siswa kami disini. Kami akan ajak mereka nanti untuk berkegiatan lingkungan mulai dari menanam tanaman sampai membuat pupuk kompos,” ujar Trubus.

kader lingkungan memperkenalkan kepada guru SD Ciputra tentang bank sampah yang menjadi salah satu program lingkungan merekaPenjelasan Kepala Sekolah tersebut mendapat respon baik, Yosef, guru SD Ciputra menuturkan tujuan mereka mengajak siswanya untuk berbagi ilmu dan membuat mereka peduli lingkungan.“Tujuan kami dalam pembelajran bersama dengan sekolah lain adalah agar mengajarkan kepada mereka bagaimana caranya peduli lingkungan,” tutur Yosef kepada Mimik Sri Utami, guru pembina lingkungan.

Dalam kunjungan lingkungan ini, Mamik, sapaan akrab guru lingkungan ini mengajak siswanya untuk melakukan kegiatan lingkungan seperti memindahkan tanaman dan mengolah sampah organik menjadi pupuk. “Biar nanti Pak Yosef yang menentukan jenis kegiatannya, saya hanya ingin memberi inspirasi saja,” imbuh Yosef.

kader lingkungan sedang memindahkan tanaman lidah buaya yang banyak kedalam pot-potan bekas, satu pot satu lidah buaya.a

Tidak hanya sekedar memindahkan tanaman, tetapi Guru yang dulunya lama di SDN Kandangan 1 ini menyarankan untuk menanam pohon bersama pada saat nanti pelaksanaannya.”Apalagi kalau tanam pohonnya itu melibatkan siswa Ciputra dan siswa kader lingkungan kami, pasti meriah jadinya,” terang Mamik kepada Anggriyan, aktivis Tunas Hijau.

Sementara itu Anggriyan, aktivis Tunas Hijau menyarankan untuk membuat lubang resapan biopori sebagai bagian dari pebelajaran.“Lubang biopori tersebut bisa menjadi bahan penbelajaran yang bagus sesuai dengan tema yaitu air. Dengan lubang resapan ini mengajarkan kepada mereka pentingya air bersih, dan dengan lubang ini kita bisa menyerap air bersih tersebut,” jelas Anggriyan.

Pembelajaran bersama tersebut lebih banyak diberi pilihan kegiatan seperti bank sampah sekolah dan pembibitan tanaman pertanian perkotaan.”Kami juga bisa menawarkan nanti mengajak mereka untuk pembibitan terong atau bayam,” ucap Mimik Sri Utami.

Diakhir kunjungan lingkungan ini, Yosef berharap salah satu aktivitas lingkungan yang bisa dilakukan di sekolah yang berada di daerah Kendung ini adalah tanam pohon bersama. “Saya berharap dari pihak sekolah berkenan untuk kegiatan tanam pohon bersama dengan siswa saya,” ujar Yosef.

Menanggapi permintaan guru kelas 3 SD Ciputra ini, Mamik menyampaikan akan berusaha menyediakan lahan untuk kegiatan tanam pohonnya.”Kami akan menyiapkan lahan untuk bisa dilakukan tanam pohon bersama siswa Ciputra nanti,” ujar Mimik Sri Utami.(ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.