Serunya Ngabuburit Bareng Sambil Ngebor Lubang Resapan di Jalan Manyar Kertoarjo

SURABAYA – Muhammad Balya Malkan dan Nasyrah Shader, keduanya mahasiswa Universitas Airlangga ini merupakan dua orang yang beruntung mendapatkan hadiah lampu taman tenaga Surya di bulan Ramadhan ini.
Bukan tanpa sebab, hal tersebut merupakan reward dari kegiatan yang digelar Tunas Hijau mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan mengajak sebanyak 25 orang secara bersama membuat lubang resapan biopori di Jalan Manyar Kertoarjo (depan SAMSAT), Minggu sore (14/07).

Menurut Satuman, aktivis Tunas Hijau momen Ramadhan bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan aktivitas lingkungan. “Justru dengan melakukan kegiatan lingkungan di hari puasa ini, kita mendapatkan banyak pahala, yang pertama dari ibadah puasa, yang kedua pahala dari kegiatan lingkungan karena perbaikan lingkungan termasuk tindakan ibadah,” ucap Satuman.

Salah satu hasil lubang resapan ada yang mencapai kedalaman 1 meter. Ini membuktikan area Jalur Hijau Manyar Kertoarjo (Depan SAMSAT) ini memiliki daerah resapan air hujan yang bagus
Salah satu hasil lubang resapan ada yang mencapai kedalaman 1 meter. Ini membuktikan area Jalur Hijau Manyar Kertoarjo (Depan SAMSAT) ini memiliki daerah resapan air hujan yang bagus

Uniknya kegiatan lubang resapan biopori ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa atau sering disebut Ngabuburit. Dalam gerakan lubang resapan ini, sebanyak 60 lubang resapan biopori berhasil dibuat oleh peserta ngebor lubang resapan berhadiah lampu taman tenaga surya ini.

Berbagai respon diungkapkan oleh peserta gerakan yang bertujuan untuk memperbanyak daerah tangkapan air hujan di daerah jalur hijau. Salah satunya Nurmay Farah, siswa SMPN 23 ini mengungkapkan bahwa tujuan dirinya mengikuti kegiatan lubang resapan biopori ini adalah untuk mengajarkan kepedulian lingkungan kepada adeknya.

“Selain mengisi waktu menjelang berbuka puasa, daripada enggak ngapa-ngapain di rumah, mending ikut kegiatan lingkungan. Selain itu saya juga ingin mengajarkan kepada adik saya kegiatan lingkungan agar sama-sama peduli lingkungannya kak,” tutur Nurmay Farah, ketua OSIS SMPN 23 ini.

Ketiga pemenang yang beruntung mendapatkan lampu taman tenaga surya (Solar panel) secara gratis dalam kegiatan Lubang Resapan Biopori BerhadiahTanggapan yang sama pun disampaikan oleh Muhammad Balya Malkan, mahasiswa UNAIR jurusan Ilmu dan Teknologi Lingkungan ini mengaku mengetahui kegiatan pembuatan lubang resapan ini dari jejaring sosial Facebook Tunas Hijau Indonesia.

“Kami memang sengaja datang untuk mengikuti kegiatan lubang resapan ini, karena sesuai dengan bidang kuliah kami. Senangnya lagi, baru pertama kali ikut berpartisipasi saya dapat hadiah lampu taman bertenaga surya ini,” ucap Balya kepada Tunas Hijau. Lebih lanjut, mahasiswa semester 4 ini berencana untuk menerapkan lubang resapan biopori ini di wilayah kampusnya dengan mengajak mahasiswa lainnya.

Sementara itu disisi lain, Mochammad Zamroni, aktivis senior Tunas Hijau mengaku senang bisa menghasikan lebih dari satu lubang resapan dengan kedalaman 1 meter. Menurutnya hasil ini membuktiiikan bahwa area jalur hijau depan SAMSAT ini memiliki daerah tangkapan air hujan yang bagus.

“Kalau lubang resapannya sampai pada kedalaman 1 meter itu tandanya air hujan bisa langsung meresap dengan baik, berbeda dengan lubang resapan yang hanya beberapa puluh centimeter, karena banyak terdapat akar pepohonan dan bebatuan keras,” terang Zamroni, presiden Tunas Hijau.

Dalam gerakan biopori ini, Tunas Hijau juga membagikan kupon undian lampu taman tenaga surya secara percuma dan berbagi makanan untuk berbuka puasa tanpa menggunakan pembungkus plastik. “Kami akan selalu menerapkan bebas plastik dengan mengkampanyekan membawa tempat makanan sendiri,” ucap Satuman.  (ryan)