Tunas Hijau Gelar Lomba Foto Satwa Liar Kalimas Sesi II

SURABAYA – Antusiasme pelajar penghobi fotografi terhadap lomba foto masih sangat tinggi. Hal ini dilihat dari keterlibatan mereka dalam lomba foto satwa liar Kalimas yang digelar Tunas Hijau. Lomba foto satwa liar yang sudah memasuki sesi kedua ini berlokasi di jembatan BAT Ngagel sampai di pasar Keputran, Sabtu (20/07).

Menurut Anggriyan, aktivis Tunas Hijau bahwa dalam lomba foto satwa liar sesi kedua ini titik temu atau meeting point untuk peserta lomba foto ini adalah pos polisi. “Titik temu untuk peserta melakukan registrasi adalah di pos polisi pinggir jalan ini,” ucap Anggriyan.

Dalam lomba foto satwa liar Kalimas sesi kedua ini, sebanyak 65 jenis satwa berhasil dikumpulkan oleh peserta lomba foto yang terdiri dari pelajar SMK IPIEMS, SMKN 1, SMPN 23 dan mahasiswa ini. Menurut penuturan Riski Amirulloh, pelajar SMKN 1 bahwa dibandingkan dengan area hunting foto minggu lalu, sepanjang jembatan BAT sampai dengan pasar Keputran memiliki banyak sekali jenis satwa liarnya.

BELAJAR : fotografer cilik inipun tampak antusias hunting foto satwa liar yanga da di bantaran sungai Kalimas
BELAJAR : fotografer cilik inipun tampak antusias hunting foto satwa liar yanga da di bantaran sungai Kalimas

“Hal ini dikarenakan di lokasi yang kedua ini, banyak terdapat taman-taman dengan banyak tanaman bunga, hal ini yang mengundang satwa liar seperti kupu-kupu dan capung singgah untuk mencari makanan,” ucap Riski Amirulloh.

Beberapa hal unik pun tersaji dari persiapan peserta lomba saat hunting foto satwa liar ini. Seperti salah satunya yang dilakukan oleh Yohan Taryono, peserta dari kalangan umum ini mempunyai trik sendiri untuk menarik satwa liar supaya singgah di salah satu daun di tanaman, yaitu menggunakan permen gulali.

“Kalau lomba foto satwa liar tidak bisa hanya menunggu sampai hewannya singgah saja. Kadang kita perlu membuat mereka bisa singgah di daun salah satu tanaman dengan cara membuat umpan. Karena mereka hewan yang suka dengan sari-sari makanya saya jebak dengan gulali ini,” jelas Yohan Taryono kepada Tunas Hijau menunjukkan gulalinya.

Peserta lomba foto satwa liar Kalimas mengumpulkan hasil jepretannya minimal sebanyak 5 foto satwa berbeda jenis. Foto ini akan digunakan untuk kepentingan kampanye lingkungan hidup Tunas HIjau dengan tetap mencantumkan nama pemiliknya
Peserta lomba foto satwa liar Kalimas mengumpulkan hasil jepretannya minimal sebanyak 5 foto satwa berbeda jenis.

Sementara itu, dalam lomba foto berhadiah sertifikat walikota dan lampu taman bertenaga matahari ini berbagai tanggapan diungkapkan peserta lomba foto ini. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Sania Andriyani, pelajar SMK IPIEMS ini berharap bisa mengulang kesuksesan menjadi juara lomba foto Jambore Air pada kesempatan ini.

“Saya berharap bisa menjadi pemenang lagi seperti pada lomba foto jambore air beberapa bulan yang lalu di Taman Flora. Sedangkan mengenai tingkat kesulitannya, lebih susah lomba foto saat ini, karena obyeknya adalah satwa liar yang kadang kita harus nunggu satwa tersebut singgah di salah satu daun. Saya sampai harus merayap untuk bisa dapatkan foto capung ini,” ujar Sania menunjukkan foto capung jepretannya.

Dalam lomba foto ini, Tunas Hijau menjelaskan teknis pengumpulan lomba foto ini. Disampaikan oleh Rany Purmono Hadi, simpatisan lingkungan Brawijaya ini mengungkapkan bahwa pengumpulan lomba foto ini dilakukan maksimal pukul 13.00. “Kalian harus mengumpulkan minimal 5 foto satwa berbeda jenis dengan diberi keterangan gambar atau caption nya,” ujar Rany.

Lebih lanjut, Rany menambhakan bahwa lomba foto ini akan digelar setiap pekannya selama sepuluh minggu di tempat berbeda. “Jadi bagi kalian yang masih belum beruntung menjadi pemenang minggu ini, masih mempunyai kesempatan merebutnya minggu depan di tempat berbeda. Jadi kalian harus terus mengikuti kabar Tunas Hijau untuk info venue lomba foto minggu depan,” imbuh Rany. (ryan)