Rozaan Haiban, Eco Student (Junior) of the Year 2016

Gerakan peduli lingkungan hidup sekolah Surabaya Eco School 2016 akan terus menghiasi perjalanan hidupnya di masa mendatang. Pasalnya, pada program lingkungan hidup yang mengangkat tema “Zero Waste” itu, dia mendapatkan penghargaan sebagai Eco Student (Junior) of the Year 2016 dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Rozaan Haiban Rizqulloh, namanya. Dia siswa kader lingkungan hidup SMPN 26 Surabaya

Keaktifannya pada program lingkungan hidup sudah dimulai sejak dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, tepatnya SDN Manukan Kulon III Surabaya. Saat SD, dia mempunyai proyek lingkungan hidup melalui Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup. Keaktifannya terus berlanjut hingga saat ini sebagai siswa kader lingkungan hidup SMPN 26 Surabaya.

Nabila, siswa kader lingkungan hidup SMPN 26 Surabaya yang lain, mengatakan bahwa Rozaan adalah pemimpin yang asyik. Dia tidak hanya menyuruh, tetapi ikut bersama-sama yang lainnya untuk melakukan aksi nyata peduli langsung. “Saat berkegiatan, Rozaan selalu mengajak kader yang terlibat untuk serius melakukannya. Saat tugas selesai, maka kami pun biasa bercanda bersama melepas kepenatan,” kata Nabila.

Jagaditha, siswa kader lingkungan hidup SMPN 26 Surabaya yang lain, pernah mendapati Rozaan langsung turun ke kolam ikan di bawah kantin apung untuk memungut sampah plastik. “Tanpa meminta siswa kader lingkungan yang lainnya, Rozaan langsung turun ke kolam memungut sampah plastik yang terlihat,” kata Jagaditha mengenai Rozaan yang lahir pada 13 Oktober 2002.

Sementara itu, Rozaan Haiban Rizqulloh mengaku bahwa banyak pengalaman seru selama aktif sebagai kader lingkungan hidup di SMPN 26 Surabaya. “Saat melakukan grebek pasar tradisional bersama tim karena disaat grebek pasar kami belajar berani kotor, kekompakkan, sikap peduli. Kami juga belajar berkomunikasi melalui ajakan peduli lingkungan kepada para penjual pasar,” kata Rozaan.

Rozaan juga berhasil mengoptimalkan penggunaan keranjang pengomposan yang ada di sekolah untuk mengolah sampah organik sisa makanan kantin. “Bisa panen kompos dari sampah sisa makanan kantin yang diolah dengan keranjang pengomposan sangat mengasyikkan. Kompos yang dihasilkan terus kami jual ke guru dan wali murid,” ujar Rozaan yang tinggal di Jl. Manukan Peni I 14B/12 Surabaya ini.

Eko Widayani, guru pembina lingkungan hidup SMPN 26, juga salut dengan keaktifan Rozaan. Bersama-sama siswa kader lingkungan lainnya, aksi nyata peduli lingkungan terus dilaksanakan di sekolah setiap hari. “Tiada hari tanpa aksi nyata lingkungan di SMPN 26 Surabaya,” ujar Eko Widayani.(ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.