Dhani Auliapratiwi, Anggota “Anti Pesimis” Ecopreneur MAN

Target modal wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017 yang ditetapkan timnya, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya, terlampaui. Target modal Rp 500.000 bahkan terealisasi menjadi Rp 1.015.000 dari pengumpulan sampah dan barang bekas bernilai ekonomis.

Ialah Dhani Auliapratiwi, siswa yang juga anggota tim Ecopreneur MAN Surabaya yang seolah tidak mengenal pesimis dalam merealisasikan tantangan pekan I Ecopreneur 2017 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya ini. Dia bersama teman-temannya Eco MAN Surabaya terus berusaha hingga last minute.

“Untuk mengumpulkan modal Ecopreneur 2017 ini, kami mengumpulkan koran bekas, botol plastik, kertas HVS tak terpakai, kardus makanan di koperasi siswa, baju bekas dari rumah, dan pengumpulan barang bekas dari guru madrasah kami,” ujar siswa kelahiran Surabaya, 17 Mei 2000 ini.

Ada yang unik dari upaya pengumpulan modal di madrasah ini. Yaitu pengumpulan donasi dari sekolah lain. “Banyak kelas di madrasah kami yang juga sedang mengumpulkan barang bekas, sampah kertas, dan sampah botol plastik. Jadinya kami tidak bisa optimal. Makanya kami mengumpulkan sampah non organik dan barang bekas dari sekolah lain dan kampung sekitar sekolah,” ujar Dhani yang tinggal di Jalan Bendul Merisi Bestim no 8A Surabaya ini.

Cewek berpenampilan kalem ini juga tidak segan meminta dukungan dari orang tuanya agar menyumbang barang bekas dari tempat kerjanya. “Capek pasti. Bisa berbaur dengan anak SD, guru MAN, dan juga berbaur dengan warga kampung sekitar dalam pengumpulan modal ecopreneur membuat saya bisa lebih akrab dengan sesama anggota ecopreneur,” tutur Dhani.

Sampah non organik kertas dan plastik yang didapat langsung dijualnya bersama timnya ke pengepul sampah non organik pada Sabtu (18/3). Sedangkan barang bekas layak pakai dijual melalui Garage Sale pada saat Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Minggu (19/3). (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.