Elly Dwi Pudjiastuti, Eco Headmaster (Junior) of the Year 2016

Beragam sarana/prasarana pengelolaan lingkungan hidup dimiliki oleh SMPN 23 Surabaya dibawah kepemimpinan Elly Dwi Pusjiastuti. Ada tandon penampungan/pemanenan air hujan yang terhubung dengan atap sekolah, rumah kompos, keranjang pengomposan takakura dan tong pengomposan aerob.

Ada hidroponik, hutan sekolah, kebun buah, rumah kompos dengan mesin pencacah sampah daun, bank sampah, taman gantung, lubang resapan biopori dan sumur resapan. Ada juga taman dalam pot daur ulang dan green house.

“Semua sarana/prasarana pengelolaan lingkungan hidup di SMPN 23 Surabaya itu dimanfaatkan dengan baik dan ada penanggungjawabnya. Tidak boleh ada yang terbengkalai,” kata Kepala SMPN 23 Surabaya Elly Dwi Pudjiastuti, peraih penghargaan Eco Headmaster (Junior) of the Year 2016.

Taman gantung SMPN 23 Surabaya partisipasi seluruh warga sekolah

Hidroponik, misalnya, yang di banyak sekolah tidak bisa berlangsung baik dan lama, tidak demikian di sekolah ini. Bagi kepala sekolah kelahiran 11 September 1962 ini, orientasinya tidak sekedar pada pemilikan atau membeli barang.

“Kami membeli hidroponik, berarti orientasinya tidak hanya sampai sekali panen saja. Orientasi kami, hidroponik yang dibeli harus bisa terus menghasilkan dan bisa terus menerus sebagai media pembelajaran warga sekolah,” kata kepala sekolah yang pernah tugas belajar di negara Korea ini.

Faktanya, tidak semua sarana/prasarana di sekolahnya harus dibeli. Banyak juga yang merupakan hadiah atas prestasi lingkungan hidup yang telah diraih. Ada juga yang merupakan karya warga sekolah dengan memanfaatkan barang yang tidak terpakai di sekolah.

Pot tanaman dari kayu bekas kursi dan bangku yang sudah tidak terpakai karya penjaga SMPN 23 Surabaya

Pot tanaman yang bentuknya memanjang, misalnya. Pot tanaman ini terbuat dari kayu bekas dan sudah banyak digunakan di sekolah yang berlokasi di Jalan Baruk Barat Permain 1 ini. “Pot tanaman ini karya penjaga sekolah. Kami memanfaatkan kursi dan bangku yang sudah lama tidak digunakan di sekolah,” terang Elly Dwi Pudjiastuti.

Bagi Elly, pengelolaan sarana/prasarana lingkungan hidup di sekolah yang baik harus berawal dari adanya kemauan dan hati untuk mengelolanya. “Kalau teori bisa dipelajari dari banyak referensi atau menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya,” kata Elly Dwi Pudjiastuti yang juga peraih penghargaan Eco Headmaster (Junior) of the Year 2013 ini. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *