Istiningwati, Guru Penggiat Lingkungan Hidup SDN Jambangan I Surabaya

SDN Jambangan I Surabaya termasuk sekolah yang aktif dengan program lingkungan hidup berkelanjutan. Seolah tidak mau kalah dengan perkampungan yang dikenal dengan pengelolaan lingkungan hidupnya, dimana sekolah ini berada, SDN Jambangan I terus berupaya mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan.

Dialah Nur Istiningwati, guru yang selama ini getol menjadi penggiat lingkungan hidup di sekolah yang berlokasi di Jalan Jambangan III No.24 Surabaya. “Program lingkungan hidup menjadi program prioritas kami. Surabaya Eco School, Ecopreneur, Pangeran Puteri Lingkungan Hidup dan Sekolah Adiwiyata,” kata Istiningwati.

Bagi Istiningwati yang hobi mengurusi lingkungan ini, hal yg paling membanggakan adalah ketika bisa mengubah perilaku warga sekolah menjadi peduli lingkungan. “Bisa melihat warga sekolah yang semula terbiasa makan dan minum dengan kemasan sekali pakai menjadi makan minum dengan kemasan yang bisa berulang kali pakai adalah hal yang membanggakan,” kata guru yang lahir 7 Agustus 1970 ini.

Sudah sejak pelaksanaan Surabaya Eco School 2016, kantin SDN Jambangan I Surabaya sudah tidak lagi menggunakan kemasan plastik sekali pakai. “Kantin sekolah juga tidak lagi menyediakan sedotan untuk minum. Jumlah kelas yang menyediakan wadah makan dan minum berulang kali pakai terus bertambah,” kata Istiningwati.

Pada saat pelaksanaan Kemah Akbar Pramuka Surabaya pada November 2016 lalu, SDN Jambangan I termasuk satu dari sedikit sekolah yang tidak menghasilkan sampah non organik kemasan makanan dan minuman sekali pakai. “Berbeda dari pelaksanaan kemah sebelumnya yang selalu banyak menghasilkan sampah non organi, pada Kemah Akbar 2016 sampah yang kami hasilkan hanya sebanyak satu timba kecil,” ujar Istiningwati.

“Dan yang paling membanggakan bagi kami adalah bisa menjadikan SDN Jambangan I Surabaya menjadi pelopor sekolah zero waste di kecamatan Jambangan. Menjadi sekolah yang dikenal berbudaya lingkungan seperti kampung-kampung di Jambangan,” tutur Istiningwati.

Sementara itu, pada pelaksanaan wirausaha lingkungan hidup Ecopreneur 2017 ini, SDN Jambangan I Surabaya menargetkan untuk bisa mengolah sedikitnya 100 kg sampah organik. “Produksi kompos kami minimal 50 kg. Kami juga menargetkan mengolah sampah non organik melalui bank sampah sebanyak 300 kg,” kata Istiningwati. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.