Shanti Sri Rejeki, Guru Penggerak Lingkungan Hidup SDN Airlangga I Surabaya

Menggerakkan warga sekolah untuk bisa peduli lingkungan dan menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di sekolah bukan perkara mudah. Hal ini tidak menyurutkan langkahnya untuk mengubah karakter warga sekolah menjadi lebih ramah lingkungan. Dialah Shanti Sri Rejeki, guru kelas 5 SDN Airlangga I Surabaya yang kerap mengajak siswa di kelasnya sebagai pemicu perubahan.

Dirinya secara perlahan mengajak siswa di kelasnya untuk melakukan pengurangan sampah plastik dengan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. Geraknya untuk mengajak sebanyak mungkin warga sekolah untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dimulai sejak program Surabaya Eco School 2016.

Perlahan tapi pasti, setiap hari, perempuan kelahiran Surabaya, 6 Desember 1974 mengajak anak didiknya untuk menyosialisasikan gerakan pengurangan sampah plastik dengan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. “Tahun lalu, saat SES 2016, saya terus sosialisasi gerakan kurangi plastik, sampai akhirnya gerakan itu menjadi masiv dan menyebar dilakukan oleh sebagian besar warga sekolah,” ujarnya.

Hasilnya, Kepala SDN Airlangga I Agnes Wasiati membantunya dengan mengajak warga sekolah melakukan Gerakan Sarapan Bersama setelah Jumat Bersih. “Jadi sekarang, setiap Jumat pagi, kami ajak anak-anak untuk senam bersama, lalu bersih-bersih dan diakhiri makan bersama di lapangan dengan menggunakan tempat makan dan minum sendiri,” ujar Agnes. Upaya ini wujud komitmen warga sekolah untuk terus melakukan pengurangan sampah plastik di sekolah.

Berkat kegigihannya mengajak warga sekolah mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, kepala sekolah memfasilitasi dengan memberikan piring-piring dan gelas serta galon air mineral di setiap kelas. “Sejak awal tahun ini, kepala sekolah saya sudah memberi fasilitas berupa piring, gelas dan galon air mineral di setiap kelas. Jadi saya mempunyai kekuatan atau power untuk  terus mengingatkan anak-anak untuk mengurangi sampah plastik,” terang perempuan lulusan bahasa Inggris.

Target yang ingin dicapai oleh guru bertempat tinggal di Jalan Dinoyo IX no. 8 Surabaya ini adalah menjadikan sekolahnya bebas sampah atau biasa disebut zero waste. Upaya mewujudkan hal tersebut terus dilakukan dengan menambah intensitas kegiatan lingkungan sekolahnya.

Seperti setiap harinya selesai istirahat ada Gerakan Serbu Sampah yang ada di area sekolah selama 5 menit. “Saya dan guru-guru yang lain terus berupaya mewujudkan sekolah yang bebas sampah. Saya mengawasi aktivitas serbu sampah, setiap warga sekolah harus berpartisipasi dengan diawasi guru kelasnya,” pungkas Shanti.

Penambahan fasilitas penunjang kegiatan lingkungan lainnya seperti kolam ikan lele, tong komposter, taman TOGA dan kebun binatang mini menjadi sarana pembelajaran siswa agar bisa berbudaya lingkungan. Dimata anak-anaknya, sosok perempuan sarjana pendidikan ini dikenal pribadi yang ramah, ulet, suka bercanda dan ketika serius benar-benar tidak ketawa. “Bu Shanti itu bisa menyemangati kami, ulet, ramah dan bisa diajak untuk bercerita,” ujar Presiden Direktur AirOne Company Rifky Dio, siswa SDN Airlangga I. (ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *